Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2024

Senyum Terima Kasih Eks Romusha Jepang ke PPIH Arab Saudi 2024, Jemaah 95 Tahun Pengen Berhaji Lag

Mengingat enaknya pelayanan PPIH Arab Saudi dan bagusnya fasilitas pemerintah, Iin bin Umar ingin berhaji lagi. 

Tayang:
Editor: AS Kambie
Mawardi Siraj/MCH 2024
Iin bin Umar tersenyum di samping putrinya seraya menunjukkan jempol kepada PPIH Arab Saudi 2024 sesaat sebelum boarding di King Abdulaziz International Airport (KAAIA) Jeddah, Arab Saudi, Kamis (27/6/2024). Iin bin Umar berusia 95 tahun asal Bandung dan jemaah tertua di Kloter 9 KJT. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH - Wajahnya ceria berhias senyum.Dua cincin berpermata biru dan delima melingkari jari tengah dan jari manisnya. 

Senyumnya memang mungkin tidak semenawan di masa mudanya lagi. Tapi persembaham bibirnya itu lebih tulus dan meresap. 

Iin bin Umar mempersembahkan senyum tulus itu kepada seluruh Pelaksana Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2024 melalui Ketua Tim (Katim) Media Center Haji (MCH) 2024 Daker Bandara Mawardi Siraj. 

Iin bin Umar menoreh senyum penanda terimah kasih tak terhingga kepada PPIH Arab Saudi 2024 sesaat sebelum meninggalkan Bandara Jeddah, Kamis (27/6/2024). 

Tak air menetes dari kelopak matanya. Tak suara serak dari mulutnya. Tapi hatinya bergejolak.  

Air mata Iin bin Umar memang belum kering. 

"Saya Kagum sama kerja Petugas Haji, yang rela melayani dan mendorong saya mulai saat di Madinah, Mekkah, Arafah dan Mina, mereka semua mantap, terima kasih banyak,”  kata Iin bin Umar.

Ketika dia duduk berzikir di sudut Musala Paviliun Bandara Jeddah, matanya membasah. 

Tangisnya tumpah nian. Sesaat lagi dia berpisah dengan kesyahduan. Sesaat lagi dia berpisah dengan ketulusan pelayanan PPIH Arab Saudi 2024.

Iin bin Umar bukan pria biasa. Sejatinya dia tak menangis lagi. 

Air dari mata yang sudah 95 tahun menatap dunia itu sejatinya sudah kering. 

Sudah terlalu banyak air mata dia keluarkan. 

Tapi untuk kota suci. Untuk pelayanan tulus. Untuk dedikasi PPIH Arab Saudi 2024, jemaah tertua Kloter 9 KJT asal Bandung itu pun luluh. 

Di sela penantian boarding bersama 439 jemaah Embarkasi Kertajati lainnya, Iin bin Umar bercerita. 

Ditemani anak perempuannya, Abah Iin bin Umar yang lahir tahun 1931 ini mengisahkan dirinya sebagai mantan Romusha (Pekerja Paksa) di Jaman Penjajahan Jepang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved