AMA Indonesia Chapter Makassar Gelar Bincang Sehat 'Aman dari Serangan Jantung'
Dokter spesialis jantung dan Pembuluh Darah, Dr dr Idar Mappangara SP, SJ pun diundang hadir sebagai pembicara.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Asosiasi Manajemen (AMA) Indonesia Cabang Makassar inisiasi bincang santai kesehatan di Graha Prodia, Jl Jend Sudirman, Makassar pada Rabu (19/6/2024) malam.
Kali ini, diskusi mengangkat tema "Aman Dari Serangan Jantung, Berlomba Hingga Juara"
AMA Cabang Makassar menggandeng Prodia, Kopnuspos Prioritas Makasssar, Lions Club Makassar United dan Celebes Road Bike Community (CRBC) dalam diskusi kesehatan ini.
Dokter spesialis jantung dan Pembuluh Darah, Dr dr Idar Mappangara SP, SJ pun diundang hadir sebagai pembicara.
Ketua AMA Indonesia Cabang Makassar Anna Serafine menyebut kesehatan jantung wajib menjadi pengetahuan masyarakat.
Pasalnya, serangan jantung yang kerap dijuluki sebagai 'Silent Killer' atau pembunuh senyap, sehingga edukasi kesehatan jantung perlu bagi masyarakat, apalagi yang memiliki aktivitas tinggi setiap harinya.
"Malam ini kami berkolaborasi dengan beberapa stakeholder termasuk Prodia, kebetulan temanya tentang kesehatan jantung. Banyaknya kasus kematian mendadak karena serangan jantung, meskipun sebelumnya terlihat sehat, perlu jadi alarm buat kita semua terkait kesehatan jantung. Orang menyebut sakit jantung adalah silent killer," jelas Anna Serafine.
Anna mengaku AMA Indonesia Cabang Makassar aktif menggelar bincang santai dengan beragam tema atau topik untuk memberikan edukasi kepada para anggota khususnya dan masyarakat manajemen pada umumnya.
"Kami rutin adakan kegiatan, minimal sebulan sekali bincang santai dengan beragam tema yang bermanfaat dan relevan," lanjutnya
Terkait kesehatan jantung, dokter Idar Mappangara menyebut kinerja jantung pada dasarnya cukup simpel
"Jantung itu kerjanya gampang, mengisap dan memompa. Itu saja, begitu diburu anjing atau liat setan pasti cepat. Karena dia memberi makan ke seluruh tubuh," jelas Dr Idar
Namun, ketika serangan jantung terjadi artinya ada pembuluh darah jantung yang tersumbat.
Penyumbatan ini yang meyebabkan terjadinya serangan jantung.
"Serangan Jantung, terjadi ketika pembuluh darah jantung yang menyuplai otot jantung tersumbat dengan tiba-tiba, tersumbat sebagian atau total," jelasnya.
"Gejala khas serangan jantung, itu tiba-tiba. Begitu kena dia diam. Sakit sekali itu," katanya.
Penyempitan pada pembuluh darah disebutnya memang kerap terjadi.
Hal itu bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa serangan jantung.
Saat penyempitan bertahap terjadi maka tubuh sebutnya adaptasi.
"Penyempitan bisa berlangsung bertahun tahun meski tidak ada serangan asalkan tidak stress. Nyeri-nyeri dada tidak masalah. Kalau penyempitan berlangsung 20 persen, 40 persen, 60 persen maka tubuh adaptasi tapi tidak kena serangan," kata dr Idar.
Terkait faktor resiko, ada hal yang tidak bisa diubah.
Terutama terkait, umur, keturunan hingga jenis kelamin.
dr Idar menyebut serangan jantung lebih rawan ke pria.
Sementara untuk keturunan sebutnya memang selama ini banyak kasus lebih mudah terkena serangan jantung jika keturunan.
Selain itu, ada faktor resiko yang dapat diubah.
Diantaranya seperti kebiasaan merokok. Hal ini sebutnya bisa berdampak pada kesehatan jantung.
Selain itu ada hipertensi, Dislipidermia, Diabetes Melitus, mengurangi aktivitas fisik, berat badan lebih dan obesitas, diet yang tidak sehat, stress hingga konsumsi alkohol berlebih.
dr Idar juga menyinggung fenomena atlet yang kerap terkena serangan jantung.
Seperti yang terjadi pada pelari di event Makassar Half Marathon beberapa waktu lalu.
dr Idar mengingatkan dalam berolahraga harus melihat kemampuan fisik.
"bisa saja tidak berat olahraganya tapi bagi dirinya berat. Misalkan kurang istirahat, harusnya dia tidur, tapi dia paksa. Begitu dipaksa marah tubuh, dan akhirnya serangan jantung," katanya.
Terkait pertolongan pertama pada penderita serangan jantung, dr Idar menyarankan penindakan resusitasi jantung paru atau CPR.
CPR bisa dilakukan hingga menunggu pertolongan medis pertama.
Sementara untuk menjaga kesehatan jantung, dr Idar mengimbau masyarakat bisa melakukan pemeriksaan Treadmill minimal satu kali dalam setahun.
Pemeriksaan ini bisa melihat kinerja jantung hingga memeriksa kondisi pembuluh darah.
"Periksa kesehatan jantung minimal 1 tahun sekali. Treadmill minimal setahun sekali. Biar tau ada gak penyempitan," jelasnya.
Kedepan AMA Indonesia Cabang Makassar akan kembali menggelar seminar yang dikemas dalam bentuk diskusi ringan dengan ragam tema untuk memberikan edukasi bagi para anggota dan masyarakat manejemen pada umumnya.(*)
| Kemenhaj Makassar Permudah Pendaftaran Haji Lewat Sistem One Stop Service, Gandeng 11 Bank |
|
|---|
| Dulu Bawa PSM Makassar Juara Liga 1, Everton Kini Bawa Garudayaksa FC Promosi ke Super League |
|
|---|
| Jamaah Tunanetra Kloter 17 Embarkasi Makassar Berangkat Haji, Menabung 20 Tahun |
|
|---|
| PSBS Biak Tim Pertama Super League Terdegradasi ke Liga 2, Nasib Semen Padang Ditentukan Dewa United |
|
|---|
| 301 Wisudawan UT Makassar Dikukuhkan Bersamaan Hari Pendidikan Nasional 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/AMA-Indonesia-Cabang-Makassar.jpg)