Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2024

Sosok Haji Anzho Dampingi Andi Sudirman Ketemu Kaesang, Dulu Mediator Pertemuan Amran-RMS

Pengusaha Haji Anzho turut mendampingi Andi Sudirman Sulaiman bertemu Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Jakarta Jumat (14/6/2024) pagi.

Editor: Ari Maryadi
Kolase Tribun Timur
Haji Anzho dampingi Andi Sudirman Sulaiman temui Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Jakarta Jumat (14/6/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pengusaha Haji Anzho turut mendampingi Andi Sudirman Sulaiman bertemu Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Jakarta Jumat (14/6/2024) pagi.

Total ada tiga tokoh mendampingi Andi Sudirman Sulaiman.

Selain Haji Anzho adalah pula Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse Mappasessu dan mantan Bupati Bantaeng Ilham Azikin.

Haji Anzho adalah seorang pengusaha.

Sebelumnya ia turut jadi mediator pertemuan politik Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Haji Anzho dua kali mempertemukan Rusdi Masse dengan Andi Amran Sulaiman.

Amran adalah kakak kandung Andi Sudirman Sulaiman mantan Gubernur Sulsel periode 2022-2023.

Pertemuan Sudirman dengan Kaesang berlangsung di kantor DPP PSI Jakarta Jumat (14/6/2024) pagi.

Andi Sudirman membagikan foto pertemuan itu di akun instagramnya.

Alumni Fakultas Teknik Unhas itu memakai baju batik cokelat dipadu celana hitam.

Sementara Kaesang memakai baju putih hitam.

"Banyak hal kami perbincangkan termasuk mengenai Sulsel dan Indonesia pada umumnya," tulis Andi Sudirman di akun Instagramnya.

Yang menarik, dua politisi Nasdem dan satu pengusaha mendampingi Andi Sudirman Sulaiman.

Sementara itu Fatmawati Rusdi tidak tampak.

Dalam beberapa bulan belakangan ini nama Fatmawati Rusdi sempat ramai diisukan sebagai calon pendamping Andi Sudirman Sulaiman di Pilgub Sulsel.

Kali ini Rusdi Masse memboyong Ilham Azikin mendampingi Andi Sudirman Sulaiman bertemu Kaesang Pangarep.

Ada pula pengusaha Haji Anzho.

Profil Haji Anzho Sosok Mediator Pertemuan Politik Amran Sulaiman-Rusdi Masse di Makassar

Sebelumnya Haji Anzho jadi mediator pertemuan politik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse Mappasessu.

Dalam dua bulan terakhir, Rusdi Masse dua kali bertemu Andi Amran Sulaiman.

Pertemuan pertama terjadi pada Sabtu 30 Maret 2024 di kantor bisnis PT Tiran milik Amran Sulaiman, Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar.

Pertemuan kedua berlangsung di Hotel Gapura Makassar, milik Amran Sulaiman..

Amran Sulaiman selalu jadi tuan rumah dalam dua kali pertemuan tersebut.

Adapun Rusdi Masse bertindak sebagai tamu.

Dua pertemuan duo tokoh level nasional itu dihelat di Makassar, kota utama dan terbesar di timur Indonesia.

Pertemuan perdana digelar akhir Maret 2024.

Venue temu enam jam itu di lantai III AAS Building, Jl Urip Sumiharjo, Panaikang, Makassar.

Venue pertemuan kedua sekaligus teranyar, dihelat di gazebo wood cottage-hotel kawasan pantai Losari,  Makassar, Sabtu (4/5/2024) pagi.

Bekas hotel bintang tiga itu, sudah diakuisisi Amran, setelah masa pandemi Covid-19.

Dari dua rangkaian pertemuan itu, terlihat Amran selalu jadi inisiator sekaligus tuan rumah.

Sedangkan, Rusdi menempatkan diri sebagai "adik penurut".

Rusdi dan Amran sama-sama berlatar pengusaha berkarakter "from zero to hero".

Keduanya relatif sebaya. Tautan usia selisih tiga tahun. 

Namun ada hal menarik dari dua pertemuan itu.

Ternyata, di balik kongkow-kongkow politis itu, ada sosok mediator ulung nan-ramah.

"Kalau bukan karena Haji Anzho, saya tak mungkin bertemu Mentan Andi Amran," ujar Rusdi Masse, kepada wartawan di kantor baru Nasdem,  kawasan Tanjung Bunga, Makassar, akhir April 2024 lalu.

Siapa Haji Anzho?

Kenapa dia mampu mempertemukan "air dan minyak" politik Pilgub Sulsel ini?

"Kebetulan saya ini orang asli Bone dan teman lama sekalinya Haji Rusdi, sebelum dia jadi bupati di Sidrap," ujar Haji Andi Anzhari Muin, nama lengkap Haji Anzho.

Haji Anzho sendiri mengenal Amran melalui Andi Sunardi Sulaiman (1963-2023), mendiang kakak Amran.

Di sebuah acara internal mengenang Andi Sunardi, Haji Anzho menyebut Sunardi, laiknya saudara.

"Saya kenal Andi Sunardi waktu dia masih staf lurah di Bone. Itu 23 tahun lalu. Saya masih bankir BPD Sulsel," ujar Anzho.

Almarhum Sumardi adalah salah satu penopang pendidikan Amran dan adik-adiknya, termasuk Andi Sudirman Sulaiman, di awal dekade 1990-an. 

Di Bone, Haji Anzho sempat menjabat Kepala Cabang Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel dan terakhir jadi direksi dan komisaris di Bank Sulselbar.

Haji Anzho juga pernah jadi Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sulsel.

Selain bankir, medio 2000-an, Haji Anzho juga merintis usaha otomotif, properti, dan beberapa usaha jasa dan perdagangan umum. 

Anzho adalah sarjana ekonomi dari Unhas. 

Saat Agus Arifin Nu'mang jadi Ketua DPRD dan Wakil Gubernur Sulsel, Haji Anzho termasuk pendamping setia Agus di kepengurusan Ikatan Alumni SMA 1 Makassar. 

Februari 2024 lalu, atau sepekan sebelum hari pencoblosan calon presiden, Haji Anzho berulang tahun ke-64.

Karier Haji Anzho dimulai dari bankir di BPD Sulsel, awal dekade 1990-an.

Karier inilah, mengonfirmasi kenapa Haji Anzho pernah menjabat direksi dan dewan komisaris Bank Sulselbar.

Haji Anzho juga aktif di organisasi otomotif, Indonesian Offroad Federation (IOF) bersama Agus Arifin Nu'mqnf dan dekat dengan Syahrul Yasin Limpo, eks mentan (2020-2023) dan gubernur dua periode Sulsel (2008-2018).

Beberapa kali, usaha Haji Anzho memfasilitasi dan jadi sponsor event olahraga sepeda, otomotif, dan event seni budaya.

Haji Anzho juga termasuk sosok pengusaha filantrofik, berjejaring luas, dan selalu tampil rapih flamboyan.

Di dua pertemuan Amran dan Rusdi,  sosok Haji Anzho selalu ada dalam ruangan.

Di gazebo Hotel Pantai Gapura, venue pertemuan kedua, Haji Anzho berdiri di tengah. 

Bagi publik di Sulsel, momen pertemuan itu mengejutkan dan sarat perang politik lokal dan nasional.

Di pentas nasional, kapasitas keduanya selevel.

Selevel sebab di komisi pertanian ( IV ) DPR-RI, Rusdi jadi pimpinan dan Amran adalah mitra strategis di komisi itu.

Di masa kampanye Pemilihan Presiden, awal tahun ini, Amran adalah motor penggerak kemenangan Prabowo-Gibran di Indonesia timur, termasuk Sulsel .

Sedangkan, Rusdi juga pernah diplot sebagai kapten pemenangan Anies-Muhaimin, di timur Indonesia.

Di level lokal, dua pertemuan Rusdi - Amran, digelar saat Amran tengah gencar meng-reendorse adik kandungnya, Andi Sudirman Sulaiman, untuk kembali ke tampuk penguasa nomor satu Provinsi Sulsel.

Sementara, Rusdi kini menjadi ketua partai pemenang pemilu legislatif 2024 di Sulsel, pascamenumbangkan 52 tahun dominasi Golkar.

Bagi RMS, akronim akrab Rusdi Masse, pertemuan itu "pembuka pintu untuk lebih akrab di komisi IV DPR."

"Sejak Andi Amran gantikan Pak Syahrul sebagai mentan, kami belum pernah bertemu serius di DPR. Memang momennya saat itu, menjelang pilpres," ujar Rusdi.

Sementara dari pihak Andi Amran, pertemuan itu adalah awal penjajakan memaketkan Andi Sudirman, adik bungsunya dengan Hajjah Fatmawati, istri Rusdi di Pilgub Sulsel, 27 September 2024 mendatang.

"Pembicaraan enam jam akhir Maret lalu, ibarat mammanu'-manu ji," ujar seorang sahabat akrab Amran di IKA Unhas.

Mammanu'-manu adalah istilah tahap awal dalam adat perkawinan Bugis-Makassar. Arti harfiahnya, mengakrabkan ayam pejantan dengan ayam betina, sebelum masa birahi petelur. (*

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved