Opini
Duka Palestina, Duka Kemanusiaan
Rentetan kekejian demi kekejian dan aksi kebiadaban yang dilakukan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menjadi santapan mengerikan sehari-hari.
Oleh: Fahriady Zein
Kader GP Ansor Kota Makassar, Anggota SANAD TH Khusus Makassar
Sejak invasi Israel ke jalur Gaza per Oktober silam menjadi titik awal mimpi buruk bagi rakyat Palestina terutama bagi kalangan anak-anak dan wanita yang tak tahu apa-apa.
Tidak terhitung lagi korban penduduk sipil yang berjatuhan akibat perbuatan biadab yang dilakukan oleh rezim zionis Israel terhadap penduduk Palestina yang berada di jalur Gaza khususnya.
Rentetan kekejian demi kekejian dan aksi kebiadaban yang dilakukan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menjadi santapan mengerikan sehari-hari rakyat Palestina.
Tangisan pilu dan menyayat hati dari hari ke hari terdengar dari bapak dan ibu yang kehilangan anak-anak yang dicintainya, pun pada saat yang sama tangisan dari seorang anak-anak yang menyaksikan orang tuanya lemah dan tak berdaya berada dibawah reruntuhan bangunan yang telah hancur berkeping-keping.
Hal demikian menjadi pemandangan yang lumrah bagi mereka dalam menjalani aktifitasnya hampir disetiap saat dengan penuh rasa takut dan cemas.
Yang terkadang mungkin kita bertanya-tanya dalam hati, betapa kuatnya iman mereka dalam menjalani ujian yang luar
biasa dahsyat ini.
Beberapa hari yang lalu ini, melalui keterangan laporan WAFA yang dilansir dari Middle East Monitor, aksi genosida dan pengeboman secara brutal kembali dipertontonkan oleh rezim biadab zionis Israel terhadap rakyat Palestina yang berada di tempat pengungsian Nuseirat.
Akibat dari pengeboman ini tercatat sekitar 210 orang tewas dan lebih 400 orang yang terluka.
Bahkan sebelum kejadian tersebut, Israel juga sempat melancarkan serangan pada salah satu sekolah yang menjadi tempat pengungsian penduduk Palestina.
Akibat dari serangan tersebut, sekitar 39 orang syahid dalam peristiwa itu.
Dilaporkan bahwa Israel melancarkan aksinya dalam operasi tersebut lantaran menurutnya terdapat angota Hamas yang bersembunyi di sekolah tersebut.
Apapun motif dibalik itu semua, selama itu membunuh rakyat yang tak bersalah itu tak bisa dibenarkan dan mesti dikecam dan ditentang secara habis-habisan.
Tempat pengungsian yang sejatinya menjadi benteng terakhir rakyat Palestina dalam melanjutkan hidupnya justru tak luput pula dari aksi kekejaman dan pembantaian yang mengerikan dari rezim zionis Israel tersebut.
| Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal: Pelajaran dari Sulawesi Selatan |
|
|---|
| Menolak Korupsi Senyap: Mengapa Mengembalikan Pilkada ke DPRD Adalah Kemunduran |
|
|---|
| Makna Filosofis Sejarah Pohon Sawo Ditanam Presiden Soekarno Awal Tahun 1965 di Badiklat Kejaksaan |
|
|---|
| Manajemen Talenta: Harapan Baru Birokrasi Sulsel? |
|
|---|
| Fantasi Kerugian 1 Triliun Dalam Kasus Kuota Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Fahriady-Zein-Kader-GP-Ansor-Kota-Makassar-Anggota-SANAD-TH-Khusus-Makassar-4.jpg)