Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Final Liga Champions: Bukan Impian Semusim

Tujuan kami adalah menjuarai Liga Champions dan untuk mencapai itu kami harus mengalahkan sang juara. Saat ini, sang juara mutlak secara historis,

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Kolumnis Tribun Timur, Willy Kumurur 

Willy Kumurur

Penikmat bola

HARAPAN terletak pada mimpi, imajinasi, dan keberanian mereka yang berani mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.

Demikian tulis peneliti medis Amerika, Jonas Salk. Dalam suasana hati penuh harapan, pasukan Borussia Dortmund di bawah pimpinan Jurgen Klopp memasuki Stadion Wembley London dengan gagah berani, penuh mimpi dan imajinasi pada 25 Mei 2013 di babak final Liga Champions.

Lawan mereka adalah sesama tim Jerman, Bayern Muenchen, asuhan Jupp Heynckes.

Gol Mario Mandzukic di menit ke-60 membuat Muenchen unggul 1-0. Namun Die Borussen tetap memelihara harapannya.

Hanya berselang delapan menit Ilkay Gundogan, dengan tendangan penalti, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Semakin besar harapan Dortmund memenangkan pertempuran. Namun, satu menit menjelang bubar, penyerang Der Bavarian – Muenchen, Arjen Robben, merobek jala gawang Dortmund yang dikawal Roman Weidenfeller, sekaligus mengubur mimpi Borussia Dortmund.

Sebelas tahun kemudian, Dortmund kembali ke Stadion Wembley dalam laga final Liga Champions 2023-24 dengan impian indah, merebut kembali trofi Champions yang pernah mereka raih pada 1996-97.

Pelatih Borussia Dortmund Edin Terzic menghadapi tugas maha berat, dalam sebuah mission impossible menghadapi pelatih legendaris di Liga Champions, Carlo Ancelotti, dengan tim yang punya sejarah besar di pentas Liga Champions: Real Madrid.

Don Carlo adalah salah satu pelatih sepak bola paling sukses dalam

Sejarah yang telah memenangkan gelar-gelar penting di Italia, Inggris, Spanyol, Jerman dan Perancis, dan mengasuh tim-tim terbesar dunia, seperti Real Madrid, AC Milan, Chelsea, Bayern Muenchen dan Paris Saint-Germain.

“We are managing men, not players (kita mengelola orang, bukan pemain),” komentar Carlo Ancelotti mengenai filosofinya melatih anak-anak asuhan.

Ancelotti punya banyak mesin-mesin perang. Salah satunya adalah pemain sayap Brasil, Vinícius Júnior, salah satu penyerang paling mematikan di dunia bola dan telah menjadi pemain penting bagi Real Madrid dalam perjalanannya ke final.

Melawan Bayern Munich di leg pertama semifinal, Vinicius adalah salah satu penyerang paling dinamis dan eksplosif di dunia bola, terkenal karena kecepatan dan kemampuannya untuk membuat pemain bertahan lawan keteteran.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved