Korban Pinjol
Terungkap, IRT Korban Pinjol Nekat Curi Motor Mahasiswa Palopo Asal Kaltim Dilapor Suami ke Polisi
Awal mula HS (36) Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Dusun Salupatani, Desa Padangkalua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan diamankan Satreksrim Mapolres Palop
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Awal mula HS (36) Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Dusun Salupatani, Desa Padangkalua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan diamankan Satreksrim Mapolres Palopo.
Berawal dari aksinya nekat mencuri sepeda motor milik sepeda motor seorang mahasiswa.
HS mengambil sepeda motor tersebut di Jl Puang H Daud, Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo.
Dilapor Suami
Kepala Desa Padang Kalua, Umi mengaku, HS bukan warga asli kampungnya.
Kata dia, HS hanya mengikut suaminya warga Padang Kalua.
"Bukan warga asli sini. Cuman suaminya memang asli Padang Kalua. Dia ikut suaminya tinggal di sini, ada anak kecilnya satu umur 2 tahun," jelasnya, Selasa (28/5/2024).
Kendati demikian, menurut Umi, HS memang kerap kali tertangkap tangan mencuri barang warga.
"Secara sosial seringji muncul kalau ada agenda sama kegiatan. Baru-baru ada orang meninggal dekat rumahnya hadirji. Tapi ada juga hilang hp di situ. Setelah ditelepon ternyata ada di kantongnya," akunya.
Tak hanya motor merk Honda Scoopy warna hitam merah milik mahasiswa Palopo disinyalir dicuri HS.
Rupanya masih ada satu motor lagi disimpan di rumahnya.
"Masih ada lagi satu motor tinggal, di rumahnya. Makanya suaminya kabari saya, jangan sampai motor curian juga," kata Uni kepada Tribunluwu.com, Selasa (28/5/2024).
Baca juga: BREAKING NEWS: Emak-emak 36 Tahun di Luwu Sulsel Curi Motor Mahasiswa Palopo Demi Bayar Pinjol
"Setelah dicek, plat motornya, ternyata punya warga Benteng, Kota Palopo. Makanya ada lagi anggota ambil itu motor," tambahnya.
Saat ini, HS diamankan di Mapolres Palopo beserta satu motor merk Honda Scoopy hasil curiannya.
Sebelumnya, HS Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Dusun Salupatani, Desa Padangkalua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan diamankan Satreksrim Mapolres Palopo.
Emak-emak 36 tahunndiamankan lantaran mencuri sepeda motor milik mahasiswa.
Dia mengambil sepeda motor tersebut di Jl Puang H Daud, Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo.
Kasi Humas Polres Palopo, AKP Supriadi mengatakan kejadian berawal saat korban memarkir kendaraan sepeda motornya merk honda Scoopy warna hitam merah di kostnya.
Namun, setelah beberapa saat kemudian, motor bernomor polisi DP 2239 TL itu hilang dicuri terduga pelaku.
"Milik seorang mahasiswa asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Korban lalu melaporkan kejadian itu ke Polres Palopo," jelasnya, Selasa (28/5/2024).
Pasca mendapat laporan tersebut, anggota Polres Palopo melakukan serangkaian penyidikan untuk menemukan pelaku.
"Tim selanjutnya melakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku dan memperoleh informasi bahwa pelaku sedang berada di rumahnya Desa Padang Kalua, Luwu," akunya.
Kata Supriadi, pihaknya juga mengamankan sepeda motor sebagai barang bukti.
"HS mengaku melakukan Pencurian Sepeda Motor untuk membayar utang pinjaman online (pinjol) serta untuk kebutuhan sehari-hari," tutupnya.
Utang Pinjol Warga Sulsel Capai Rp1,29 Triliun
Warga Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin ‘doyan’ mengambil financial technology (fintech) lending atau pinjaman online (pinjol).
Hal ini tercermin dari jumlah pinjaman outstanding warga Sulsel atau jumlah utang warga Sulsel ke pinjol mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua, Darwisman menjelaskan, fintech peer to peer lending (Fintech P2PL) di Sulsel mencatatkan kinerja positif.
Itu tercermin dari peningkatan jumlah outstanding pinjaman yang tumbuh sebesar 30,17 persen (yoy).
Besaran pinjaman outstanding warga Sulsel per Februari 2024 capai Rp1,29 triliun dari 355.948 pinjaman.
Sementara pada Februari 2023 lalu, besaran pinjaman outstanding warga Sulsel Rp988 miliar dari 405.694 pinjaman.
Pada tahun 2022 berdasarkan data OJK tercatat sebesar Rp1,01 triliun dari 389.578 pinjaman.
Kemudian pada tahun 2021, besaran pinjaman outstanding warga Sulsel Rp618 miliar dari 212.571 pinjaman.
Serta pada tahun 2020, besaran pinjaman outstanding warga Sulsel Rp307 miliar dari 500.376 pinjaman.
“Jumlah outstanding pinjaman yang tumbuh sebesar 30,17 persen menjadi Rp1,29 triliun,” jelas Darwisman, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun-Timur.com, Senin (20/5/2024).
Meskipun angka pinjaman tinggi, namun tingkat wanprestasi atau kelalaian penyelesaian kewajiban di atas 90 hari sejak tanggal jatuh tempo (TWP 90) tidak terlalu besar.
Tercatat, hingga Februari 2024, tingkat wanprestasi berada di kisaran 2,00 persen.
Sementara jika dibandingkan dengan Februari 2023, tingkat wanprestasi berada di angka 1,71 persen.
“Tingkat wanprestasi yang terjaga yaitu sebesar 2,00 persen (Februari 2024),” kata Darwisman.
Piutang Pembiayaan Tumbuh 13,31 Persen
Kepala Regional 6 Sulampua, Darwisman memaparkan, perkembangan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sulsel posisi Februari 2024 (yoy) menunjukkan kinerja positif pada beberapa industri.
“Kinerja perusahaan pembiayaan mampu tumbuh positif,” paparnya.
Hal ini tercermin dari total piutang pembiayaan tumbuh 13,31 persen menjadi Rp18,08 triliun.
Begitu pula dengan pembiayaan modal ventura tumbuh 8,79 persen menjadi Rp394 miliar.
Pinjaman yang disalurkan pergadaian juga tumbuh sebesar 35,98 persen menjadi Rp6,25 triliun. (*)
Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana
5 Tahun Penjara Menanti HS IRT Luwu Gegara Curi Motor Mahasiswa Kaltim di Palopo Sulsel |
![]() |
---|
Sebelum Ditangkap Curi Motor, Rumah IRT Korban Pinjol di Luwu Sulsel Kerap Didatangi Debt Collector |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Emak-emak 36 Tahun di Luwu Sulsel Curi Motor Mahasiswa Palopo Demi Bayar Pinjol |
![]() |
---|
5 Fakta Mahasiswa di Sidrap Bikin Drama Seolah Dibegal, Ternyata Terlilit Utang Pinjol Rp30 Juta |
![]() |
---|
Mahasiswa Ngaku Dibegal di Sidrap Ternyata Bohong Gegara Terlilit Utang Pinjol |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.