Haji 2024
Dua Insiden Pesawat Garuda Ditumpangi Calon Haji Alami Kerusakan, Jemaah Delay Berjam-jam
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menegaskan pihaknya akan melayangkan surat pernyataan kecewa dan protes keras ke Garuda
TRIBUN-TIMUR.COM - Dua insiden pesawat Garuda terjadi selama pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) 2024.
Insiden ini mengakibatkan jemaah delay berjam-jam.
Padahal JCH harusnya mendapatkan pelayanan secara maksimal selama penerbangan.
Kemenag dikabarkan marah atas insiden ini.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menegaskan pihaknya akan melayangkan surat pernyataan kecewa dan protes keras kepada Garuda.
Baca juga: Pesawat Garuda yang Terbakar Berusia 22 Tahun, Bekas Maskapai Rusia, Disewa dari Eropa
Kemenag meminta Garuda Indonesia memberikan akomodasi karena masa tinggal jemaah SOC-43 di asrama haji sudah habis. Jemaah kloter berikutnya juga akan masuk asrama haji.
"Apabila tidak dipindahkan, maka kami meminta kompensasi biaya akomodasi per jemaah sebagai akibat tidak diberikan oleh Garuda Indonesia," tegas Hilman.
Berikut dua insiden pesawat Garuda selama penerbangan CJH:
1. Sayap Pesawat Terbakar
Insiden pertama dialami Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Gowa.
Sayap kanan pesawat dilaporkan terbakar.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.30 Wita.
Salah seorang jemaah haji kloter 5 Embarkasi Makassar, Handayani mengaku mendengar ledakan sebelum pesawat landing di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (15/5/2024).
Pesawat diduga mengalami ledakan pada bagian sayap belakang saat berada di udara.
"Sebelum landing saya dengar ada ledakan di bagian sayap belakang," katanya saat ditemui di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar.
Saat berada di udara, ia juga merasa kepanasan.
"Terasa panas saja di dalam pesawat tadi," singkatnya.
Baca juga: Foto Detik-detik Pesawat Garuda Indonesia Terbakar saat Angkut Jamaah Haji, Api di Sayap
Meski begitu, dirinya tidak merasa panik dan tetap mengikuti arahan yang ada.
"Tidak panik, kita ikuti arahan yang diberikan," jelasnya.
Sebelumnya, GA-1105 dioperasikan dengan armada B747-400 diberangkatkan dari Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 15:30 Wita.
Dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada pukul 21.10 LT.
Penerbangan tersebut mengangkut sedikitnya 450 penumpang, yang merupakan rombongan calon jamaah haji asal embarkasi Makassar, serta 18 awak pesawat.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada seluruh Jemaah Haji pada penerbangan tersebut dan juga Kementerian Agama RI selaku penyelenggara haji," imbuhnya.
Garuda Indonesia tengah melakukan koordinasi intensif kepada pihak-pihak terkait guna memastikan tindak lanjut penanganan jamaah untuk dapat kembali melanjutkan perjalanan.
Penyebab pesawat Garuda yang terbakar setelah lepas landas dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (15/5/2024) sore.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra mengungkapkan ada kendala engine pesawat dalam penerbangan GA-1105 rute Makassar – Madinah.
Hal itu disampaikan Irfan Setiaputra menanggapi pesawat Garuda yang terbakar setelah lepas landas dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (15/5/2024) sore.
"Keputusan RTB tersebut diambil oleh Pilot in Command (PIC) segera setelah pesawat lepas landas dengan mempertimbangkan kondisi kendala engine pesawat yang memerlukan pemeriksaaan lebih lanjut, setelah diketahui adanya percikan api pada salah satu engine," ujarnya, Rabu (15/5/2024).
Atas kondisi itu, menurut Irfan, engine pesawat diharuskan menjalani prosedur pengecekan secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan armada untuk dapat kembali beroperasi.
"Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan tersebut telah mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pada pukul 17.15 LT, dan hingga pernyataan ini disampaikan, seluruh penumpang tengah diarahkan kembali menuju asrama untuk menunggu kesiapan pesawat pengganti," kata Irfan.
2. Mesin Pesawat Rusak
Keberangkataan jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 41 Embarkasi Donohudan (SOC-41) tertunda (delay) karena kerusakan mesin pesawat Garuda Indonesia.
Penundaaan keberangkatan berlangsung cukup lama, hingga empat jam.
SOC 41 seharusnya berangkat jam 07.40 WIB. Saat itu, posisi jemaah sudah berada di lokasi fastrack Bandara Solo.
Karena pesawat mengalami kerusakan mesin, dan diperkirakan perbaikannya lama, maka jemaah dikembalikan ke asrama haji.
“Kita tegur keras ke Garuda. Saya mendapat laporan bahwa jemaah haji SOC-41 marah besar dan kecewa dengan layanan Garuda Indonesia. Delay sampai empat jam,” terang Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, Kamis (23/5/2024).
Setelah tertunda, jemaah SOC 41 akhirnya diberangkatkan dengan pesawat yang seharusnya dipakai oleh SOC-42, pukul 12.17 WIB.
Menurut Sekjen, ini solusi instan yang diberikan Garuda akan tetapi meninggalkan masalah baru terkait dengan keberangkatan jemaah SOC-42.
“Delay ini memunculkan efek domino. Karena, SOC-41 terbang dengan pesawat yang seharus memberangkatkan SOC 42, maka keberangkatan SOC-42 juga tertunda, bahkan hingga sampai tujuh jam,” jelas Kang Dhani, panggilan akrabnya.
Seharusnya SOC-42 berangkat pukul 17.30 sore (Kamis, 23/5/2024) juga tertunda hingga tujuh jam kemudian baru terbang akibat peristiwa itu.
“Belum lagi keberangkatan SOC-43 yang saat ini sudah ada di Asrama Haji Donohudan, mereka juga menunggu kepastian berangkat dari jadwal semula jam 24.00 WIB (Kamis, 23/5/2024). Saya mendapat laporan keterlambatan keberangkatan SOC-43 sampai 17 jam,” katanya.
Masjid Bir Ali Tak Pernah Sepi, 84 Ribu Jemaah Indonesia Sudah Miqat di Sana |
![]() |
---|
Makkah Mulai Padat, Jamaah Lansia dan Baru Tiba Diimbau Salat Jumat di Masjid Dekat Hotel |
![]() |
---|
Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, KKHI Imbau Jamaah Haji Jaga Stamina dari Madinah ke Mekah |
![]() |
---|
Menteri Agama Titip Empat Pesan ke Petugas Haji, Termasuk Jangan Pernah Marah |
![]() |
---|
Kementerian Agama RI: Asrama Haji Makassar dan Kanwil Kemenag Sulsel Terbaik Melayani Haji Reguler |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.