Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Performa Pengunyahan & Kadar Gula Darah dalam Persperktif Islam

Mengunyah makanan dengan baik sering terlewatkan dalam keseharian kita.

Editor: Sudirman
Ist
Drg Andi Tenri Biba M Sp Pros, Dosen FKG UMI dan Mahasiswi Program Doktor di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas 

Oleh: Drg Andi Tenri Biba M Sp Pros

Dosen FKG UMI dan Mahasiswi Program Doktor di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas

MASYARAKAT sering mengabaikan pengunyahan makanan dengan baik saat makan padahal merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Mengunyah makanan dengan baik sering terlewatkan dalam keseharian kita.

Namun, bagi para pengguna gigi palsu penuh, proses ini bisa menjadi tantangan yang berdampak tidak hanya pada kesehatan mulut, tapi juga pada kondisi kesehatan umum, seperti kadar gula darah.

Dari berbagai literatur didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara cara mengunyah pada pengguna gigi palsu dan pengaturan kadar gula darah, dan dikaitkan dengan konteks pendekatan Islam.

Dalam Islam, perintah Nabi Muhammad SAW untuk menjaga kesehatan telah diberikan sejak 14 abad yang lalu untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Perintah Nabi yang patut dijalankan yang berkaitan dengan kesehatan seperti keutamaan tidur menyamping menghadap ke sebelah kanan juga tentang adab saat makan.

Penelitian yang dilakukan Zhang dkk di China, membuktikan partisipan penelitian yang tidur menyamping ke sebelah kanan memiliki kualitas tidur yang lebih baik.

Begitu pula tentang pengunyahan makanan, berbagai penelitian dilakukan oleh ahli yang membuktikan bahwa mengunyah sampai halus memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh seperti mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penyakit Parkinson, Sarcopenia, terutama mengontrol kadar gula darah agar stabil, bahkan ada juga yang menyarankan untuk mengunyah dengan jumlah tertentu hingga makanan halus untuk mencapai berat badan yang ideal.

Mengunyah makanan hingga halus adalah bagian dari Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya berfungsi untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga untuk memastikan makanan dicerna dengan baik, sehingga memudahkan penyerapan nutrisi dan stabilisasi kadar gula darah.

Pendekatan ini sangat relevan bagi pengguna gigi palsu, dimana kemampuan mengunyah yang berkurang dapat mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi yang efisien.

Penggunaan gigi palsu penuh (full denture) mempengaruhi efisiensi mengunyah dan hal ini berpengaruh terhadap penyerapan gula, yang merupakan aspek kritis dalam manajemen diabetes.

Dari penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa mereka yang memiliki gigi palsu setelah adaptasi pemakaian selama 6 bulan cenderung memiliki kemampuan mengunyah yang lebih baik dan, sebagai hasilnya, memiliki kontrol gula darah yang lebih stabil.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved