Berminat Lanjut Sekolah Kedinasan? Intip Besaran Gaji Lulusan IPDN, STAN, dan STIN
Selain itu, lulusannya juga berpeluang besar direkrut menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).
Tidak memiliki tindik atau bekas tindik kecuali di bagian lazim bagi perempuan
Sehat jasmani dan rohani serti tidak pernah mengalami patah tulang
Peserta berkacamata diperkenankan mendaftar maksimal ukuran 1 baik plus atau minus
Tidak buta warna
Tinggi badan minimal 16 cm untuk laki-laki dan 160 cm untuk perempuan
Usia paling rendah 16 tahun dan maksimal 22 tahun
Memiliki persetujuan dari orang tua/wali yang dibuktikan dengan surat pernyataan
Bukan personel atau mantan personel TNI/Polri/PNS dan tidak pernah mengikuti pendidikan
Bersedia mengikuti ikatan dinas pertama (IDP) selama 10 tahun sejak lulus pendidikan
Mendapat persetujuan orang tua atau wali yang sah secara hukum
Memiliki kartu BPJS Kesehatan
Mengikuti serangkaian seleksi penerimaan STIN
2. Gaji lulusan STAN
Sementara terkait gaji, ada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 yang mengatur besaran gaji pokok PNS.
Gaji ini diterapkan berjenjang sesuai dengan golongan dan lama masa kerja atau masa kerja golongan (MKG).
Apabila lulusan STAN berasal dari program studi (prodi) D3, ia akan diangkat menjadi CPNS di golongan IIc.
Sementara untuk lulusan prodi D4 maka masuk golongan CPNS IIIa yang disamakan dengan S1. Gaji ini berlaku di tahun pertama bekerja.
Dari PP Nomor 15 Tahun 2019, gaji pokok PNS untuk golongan IIc dengan masa kerja tahun pertama akan digaji sebesar Rp 2.301.800 per bulan.
Lalu untuk golongan IIIa gaji pokoknya sebesar 2.579.500 per bulan. Berikut daftar gaji PNS mulai dari golongan I hingga IV:
Golongan I A: Rp 1.560.800 - Rp 2.335.800
Golongan I B: Rp 1.704.500 - Rp 2.472.900
Golongan I C: Rp 1.776.600 - Rp 2.577.500
Golongan I D: Rp 1.851.800 - Rp 2.686.500
Golongan II A: Rp 2.022.200 - Rp 3.373.600
Golongan II B: Rp 2.208.400 - Rp 3.516.300
Golongan II C: Rp 2.301.800 - Rp 3.665.000
Golongan II D: Rp 2.399.200 - Rp 3.820.000
Golongan III A: Rp 2.579.400 - Rp 4.236.400
Golongan III B: Rp 2.688.500 - Rp 4.415.600
Golongan III C: Rp 2.802.300 - Rp 4.602.400
Golongan III D: Rp 2.920.800 - Rp 4.797.000
Golongan IV A: Rp 3.044.300 - Rp 5.000.000
Golongan IV B: Rp 3.173.100 - Rp 5.211.500
Golongan IV C: Rp 3.307.300 - Rp 5.431.900
Golongan IV D: Rp 3.447.200 - Rp 5.661.700
Golongan IV D: Rp 3.593.100 - Rp 5.901.200
Selain gaji pokok, CPNS lulusan PKN STAN juga menerima tunjangan melekat antara lain tujangan suami istri 5 persen dari gaji pokok, dan tunjangan anak 2 persen dari gaji pokok (maksimal 3 anak).
Berikutnya tunjangan makan Rp 35.000 per hari (golongan II), tunjangan jabatan, dan uang perjalanan dinas.
Para CPNS lulusan STAN juga akan menerima tunjangan kinerja atau tukin.
Besaran tukin agak berbeda dari tunjangan lainnya. Bahkan bisa sama atau lebih dari gaji pokok.
Namun besaran tukin per bulan tidaklah sama atau disesuaikan dengan unit penempatan CPNS.
Untuk tukin lulusan STAN yang ditempatkan di Kemenkeu, Mengikuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 156 Tahun 2014 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Keuangan.
Paling rendah, ialah tukin kelas jabatan 1 sebesar Rp 2.575.000 dan paling tinggi adalah kelas jabatan 27 sebesar Rp 46.950.000.
Sementara jika lulusan STAN ditempatkan di Direktorat Jenderal Pajak, maka tukin yang diterima mengacu pada Perpres Nomor 37 Tahun 2015.
Tukin di DJP bisa dibayarkan 100 persen pada tahun berikutnya jika realisasi penerimaan pajak sebesar 95 persen dari target penerimaan pajak.
Untuk tunjangan kinerja dibayarkan 90 persen, jika realisasi penerimaan pajak 90-95 persen, tukin dibayarkan 80 persen jika realisasi penerimaan pajak 80-90 persen.
Kemudian tukin dibayarkan 70 persen jika realisasi penerimaan pajak 70-80 persen, dan tukin dibayarkan 50 persen jika realisasi penerimaan pajak kurang dari 70 persen
Paling besar, tukin Pejabat Struktural (Eselon I) ialah sebesar Rp 117.375.000,00.
Paling rendah, jabatan Pelaksana sebesar Rp 5.361.800,00.
Tetapi perlu dicatat, seluruh lulusan STAN belum bisa menerima gaji dan tunjangan penuh di tahun pertama setelah mulai bekerja.
Karena gaji dan tunjangan yang didapat adalah baru 80 persen.
Persyaratan daftar PKN STAN
Lulusan tahun 2024 dan dua tahun di bawahnya.
Memiliki rata-rata nilai ujian pada ijazah tidak kurang dari 70,00 dari skala 100,00 (reguler dan afirmasi) 75,00 dari skala 100,00 (pembibitan).
Usia maksimal 21 tahun dan minimal 14 tahun.
Memiliki nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) bagi jalur reguler dan afirmasi kewilayahan.
Sehat jasmani dan rohani serta bebas dari ketergantungan narkoba.
Bagi pria tidak bertato/bekas tato dan tidak bertindik atau bekas ditindik telinga atau anggota badan lainnya.
Bagi wanita tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik di anggota badan lainnya selain telinga. Tindik di telinga hanya diperbolehkan 1 pasang.
Belum pernah menikah/kawin dan bersedia tidak menikah/kawin selama mengikuti pendidikan.
Peserta belum dinyatakan lulus pada pengumuman kelulusan SPMB PKN STAN pada tahun-tahun sebelumnya.
3. Gaji lulusan IPDN
Aturan gaji lulusan IPDN yang menjadi CPNS maupun PNS seluruhnya secara nasional diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019 tentang perubahan Ke 18 PP No 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS.
Aturan ini sama dengan aturan yang diterapkan pada lulusan STAN.
Sehingga ntuk gaji ASN lulusan IPDN dengan golongan 3A sebesar Rp 2.579.000, tunjangan kinerja dan tunjangan lainnya disesuaikan dengan kemampuan APBD dan kebijakan instansi yang termasuk dalam Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) sebesar Rp 17.370.000.
Besaran TKD bergantung pada kekuatan ekonomi di tiap daerah sehingga jumlahnya berbeda.
Misalnya, TKD Jakarta mencapai Rp.17.370.000 dengan standar kinerja sebagai Jabatan Fungsional umum teknis terampil.
Jumlah tersebut bisa bertambah jika CPNS lulusan IPDN menempati jabatan struktural. Dengan posisi tersebut, gaji PNS bahkan bisa tembus hingga Rp 20 juta.
Angka ini bisa bertambah jika PNS tersebut menjabati dudukan struktural. Dengan jabatan struktural, gaji PNS baru bisa tembus hingga Rp 28 juta.
Lulusan IPDN punya kesempatan menjadi staf hingga gubernur di pemerintahan daerah.
Namun saat baru masuk, PNS lulusan IPDN masuk golongan 3A dan ditempatkan di wilayah tempatnya direkrut.
Terkait penempatan lulusan IPDN, diatur juga dalam Permendagri nomor 62 tahun 2020. Menteri bisa menempatkan lulusan IPDN secara khusus.
Persyaratan daftar IPDN
Persyaratan IPDN pada tahun lalu, adalah berikut ini:
Warga Negara Indonesia
Berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada tanggal 1 Januari 2024
Tinggi badan minimal 160 cm bagi laki-laki dan minimal 155 cm bagi perempuan
Tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan
Tidak bertindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya bagi peserta pria, kecuali karena ketentuan agama atau adat
Tidak bertato
Tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak
Belum pernah menikah/kawin, bagi pendaftar wanita belum pernah hamil/melahirkan
Belum pernah diberhentikan sebagai Praja IPDN dan perguruan tinggi lainnya dengan tidak hormat
Demikian informasi gaji lulusan STIN, IPDN, dan STAN. Sudah siap daftar tahun ini?
Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com dengan judul Besaran Gaji Lulusan Sekolah Kedinasan dari STAN, STIN, dan IPDN, Mana yang Paling Banyak?
| Jadwal Pencairan Gaji 139 Guru PPPK Paruh Waktu di Parepare Sudah Ditentukan |
|
|---|
| Jejak Karier Letjen Agus Widodo, Eks Kopassus Kini Wakil Kepala BIN Dampingi Purnawirawan TNI |
|
|---|
| Dikbud Pinrang Pastikan Gaji 1.400 Guru PPPK Paruh Waktu Aman hingga Akhir 2026 |
|
|---|
| Paspor Jamaah Haji Basah Setiba di Madinah, Petugas Ingatkan Risiko Besar di Balik Kelalaian Kecil |
|
|---|
| Nomor Ijazah yang Mana? Berikut Cara Cek Nomor Ijazah SMA SMK hingga S1 untuk Daftar CPNS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Besaran-gaji-lulusan-sekolah-kedinasan-dari-STAN-STIN-dan-IPDN.jpg)