Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PDIP Ingin Pertemuan Megawati dan Prabowo Tanpa Perantara, Singgung Rencana Jokowi

Terkesan tak ingin ada campur tangan Jokowi, Andreas menilai Megawati dan Prabowo berhubungan baik dan bisa menentukan waktu bertemu sendiri.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ansar
Tribunnews.com
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai tidak masalah jika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan presiden RI terpilih Prabowo Subianto bertemu. 

Dia mengungkapkan rakyat pada ujungnya yang memilih sesuai persepsi serta hati nuraninya.

Panel menegaskan pihak yang kalah lebih baik introspeksi dan melakukan evaluasi internal ketimbang menyalahkan pihak lain.

Dia menegaskan rakyat memerlukan contoh kedewasaan dari para tokoh atau partai politik.

“Mungkin kalau jagoannya PDIP yang menang, beda cerita ya," ujar Panel.

Panel juga menanggapi pernyataan politikus PDIP Hendrawan Supratikno yang menyebut Jokowi telah mbalelo atau memberontak terhadap PDIP.

Panel menjelaskan kemarahan sejumlah elite PDIP atas kekalahan dalam Pilpres 2024 juga muncul berupa gugatan hasil Pemilu 2024 ke Mahkamah Konstitusi dan di PTUN.

“Rakyat pemilih sudah beraktifitas seperti biasa. Para kontestan Pemilu sudah bersatu, berpelukan. Sekarang waktunya bekerja sama, jangan diganggu dengan kemarahan dan sumpah-serapah,” imbuhnya.

Ganjar-Mahfud Kalah Telak

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3 Ganjar-Mahfud yang diusung PDIP di Pilpres 2024 kalah telak dari dua kandidat lainnya yakni Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin.

Ganjar-Mahfud bahkan tidak berhasil meraih kemenangan di satu provinsi manapun.

Hasil rekapitulasi Pilpres 2024 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada Rabu, 20 Maret 2024 lalu, memperlihatkan Ganjar-Mahfud meraih suara total sebanyak 27.041.508 suara.

Sementara asangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran meraih kemenangan di 36 provinsi dengan raihan total suara sebanyak 96.303.691 suara.

Paslon nomor urut 2 Anies-Muhaimin  meraih suara total sebanyak 40.971.726 suara yang tersebar di 38 provinsi dan pemilihan luar negeri.

Pengamat: PDIP Masih Marah

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menilai PDIP masih jengkel kepada Presiden Jokowi  karena mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024 dan tidak mendukung Ganjar-Mahfud yang didukung PDIP.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved