Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Jabar 2024

Harta Kekayaan Desy Ratnasari dan Bima Arya Jagoan PAN Hadapi Ridwan Kamil di Jabar, Selisih Jauh

Sekretaris Wilayah DPW PAN Jawa Barat, Hasbullah Rahmat menyampaikan partainya berupaya mengusung kader di Pilgub Jabar 2024.

Tayang:
Editor: Ansar
Kolase Tribun-timur.com
Profil dan harta kekayaan Desy Ratnasari dan Bima Arya dua kader Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju di Pilkada Jawa Barat. 

Ia menyanyikan lagu Tenda Biru ciptaan musisi Wahyu WHL.

Selain berkarier di industri hiburan, Desy Ratnasari juga sempat berkecimpung di dunia pendidikan.

Pada 2012, Desy Ratnasari mulai menjadi dosen honorer Fakultas Psikologi di Atmajaya.

Karier Politik

Perjalanan politik Desy Ratnasari berawal ketika ia bergabung menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN) pada 2013.

Pada 2014, Desy Ratnasari berhasil terpilih menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019.

Saat ini, Desy Ratnasari juga tercatat sebagai anggota DPR RI 2019-2024.

Ia mewakili daerah pemilihan Jawa Barat IV, Kabupaten dan Kota Sukabumi.

Harta kekayaan Bima Arya

Berikut data Harta Kekayaan Bima Arya Wali Kota Bogor, Jawa Barat.

Pria bernama lengkap Bima Arya Sugiarto ini telah menjadi Wali Kota Bogor selama dua periode.

Politisi PAN ini pertama kali menjadi Wali Kota pada tahun 2014.

Sebagai pejabat publik, Bima Arya diamanahkan untuk melaporkan Harta Kekayaanya kepada negara.

Hal ini sesuai dengan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara atau LHKPN sendiri menjadi bagian penting upaya mencegah tindak korupsi.

Penyampaian LHKPN selama Wajib LHKPN menjabat dilakukan secara periodik setiap 1 tahun sekali atas harta kekayaan yang dimiliki per posisi 31 Desember.

Dilansir dari laman e-LHKPN Senin 10 Juli 2023, Bima Arya tercatat rutin melaporkan Harta Kekayaannya kepada negara.

Teranyar adalah 31 Maret 2023 untuk LHKPN periodik 2022.

Berdasarkan LHKPN tersebut, Bima Arya mempunyai total Harta Kekayaan Rp. 6.367.987.500.

Total Harta Kekayaan itu telah dikurangi dengan hutang yang tercatat sebanyak Rp. 200 juta.

Dalam LHKPN ini, Bima Arya hanya mempunyai sebuah aset tanah dan bangunan.

Tanah dan bangunan senilai RP. 5,9 Miliar itu juga adalah hasil warisan.

Kemudian dialat transportasi dan mesin, Bima Arya tak memiliki mobil ataupun sepeda motor.

Namun ia melaporkan jika punya sebuah sepeda yang bernilai Rp. 95 juta.

Berikut Rincian Harta Kekayaan Bima Arya

TANAH DAN BANGUNAN Rp. 5.998.487.500

1. Tanah dan Bangunan Seluas 1750 m2/700 m2 di KAB / KOTA BOGOR, WARISAN Rp. 5.998.487.500

ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 95.000.000

1. LAINNYA, TREX ROAD BIKE Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 95.000.000

HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 179.500.000

SURAT BERHARGA Rp. 20.000.000

KAS DAN SETARA KAS Rp. 275.000.000

HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 6.567.987.500

HUTANG Rp. 200.000.000

TOTAL HARTA KEKAYAAN Rp. 6.367.987.500.

Profil Bima Arya

Berdasarkan struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025, Bima Arya Sugiarto menjabat sebagai Ketua DPP PAN.

Sosok yang akrab disapa Bima Arya ini juga merupakan Wali Kota Bogor yang menjabat dari 2019 sampai sekarang.

Bima Arya juga pernah menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Bogor itu pada 2014-2019.

Menilik profil Bima Arya, ia lahir di Bogor, Jawa Barat pada 17 Desember 1972.

Dikutip dari kotabogor.go.id, Rabu (19/10/2022), Bima Arya merupakan anak sulung dari tiga bersaudara.

Bima Arya merupakan anak dari seorang perwira polisi, Toni Sugiarto yang saat kelahiran Bima, Toni berpangkat Kapten.

Ayahnya wafat pada 1997, ketika itu masih bertugas sebagai anggota DPR dari fraksi ABRI dengan pangkat Brigadir Jendral.

Ibunda Bima Arya juga figur yang penuh dengan prestasi di Bogor, ia bernama Melinda Susilarini.

Pendidikan dasar hingga SMA, Bima Arya ditamatkan di Bogor, mulai dari SDN Polisi IV kemudian lulus dari SMPN 1, dan SMAN I Bogor.

Pada 1991, Bima Arya menamatkan SMA dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Parahyangan, Bandung mengambil jurusan Hubungan Internasional.

Di kampus Unpar, Bima Arya sempat menjadi wakil ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI), Ketua II Senat Mahasiswa FISIP dan Badan Pekerja Sekretariat Forum Mahasiswa HI Indonesia.

Selain itu, Bima Arya juga beberapa kali dipilih untuk mengetuai organisasi kepanitiaan.

Pada 1995, Bima Arya menjadi ketua umum Panitia Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PNMHII) ke VII di Gedung Asia Afrika Bandung.

Pada 1996, Bima Arya melanjutkan pendidikan di Development Studies, Monash University, Melbourne.

Sepulang dari Melbourne pada 1998, Bima mengawali karier sebagai staf pengajar di jurusan HI Unpar.

Awal 2001, Bima Arya pindah ke Jakarta dan bekerja di Universitas Paramadina.

Setahun kemudian, Bima mendapatkan beasiswa dari pemerintah Australia untuk menempuh program doktor dan pada Juni 2002, dia terbang ke Adelaide untuk memulai program doktor ilmu politik.

Dalam dunia politik, Bima menjadi salah satu deklarator berdirinya PAN pada tahun 1998.

Ia menjabat sebagai sebagai Sekretaris DPD PAN Kota Bandung pada tahun 1998-2000.

Saat ini, Bima Arya menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Politik dan Komunikasi di PAN.

Pendidikan Formal

1985 : SDN Polisi 4 Bogor

1988 : SMPN 1 Bogor

1991 : SMAN 1 Bogor

1996 : Sarjana Hubungan Internasional FISIP Unpar

1998 : Master of Arts, Studi Pembangunan, Monash University Melbourne Australia

2006 : Doktor Ilmu Politik, Australian National University Canberra Australia

Riwayat Pekerjaan

1998-2001 Dosen Fisip Universitas Parahyangan

2001- Dosen Universitas Paramadina

2001-2002 Asisten Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Paramadina

2004-2006 Peneliti di Research School for Pasific and Asian Studies, Canberra

2006-2010 Direktur Eksekutif Lead Intitute Paramadina

2007-2008 Konsultan di Partnership for Governance Reform, UNDP

2008-2010 Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia

2009-2010 Pemimpin Redaksi Majalah Rakyat Merdeka

2010 Dosen Pasca Sarjana Universitas Paramadina

2010 - Komisaris Charta Politika Indonesia

2014-2019 & 2019-sekarang Wali Kota Bogor

Organisasi dan Kepemimpinan

1992-1993 Wakil Ketua HIMAHI FISIP Unpar

1993-1994 Ketua Senat Fisip Unpar

1993-1995 Departemen Pemuda Paguyuban Bogoriensis

1998-2000 Direktur Eksekutif Solidaritas Masyarakat Anti Narkotika (SMART)

1998-2000 Wakil Sekretaris DPD PAN Kota Bandung

2002-2004 Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia

2009-2012 Ketua Umum Ikatan Alumni Smansa Bogor 2010-2015 Ketua PP Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP)

2010-2015 Ketua Dewan Pembina Gen A 2010-2015 Ketua DPP Partai Amanat Nasional

2011-2016 Ketua Umum Paguyuban Bogor

2013-2018 Ketua Umum DPP Matara (Matahari Nusantara). (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved