Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kapolrestabes: Alhamdulillah Kita Bisa Antisipasi Efek Kasus Pembunuhan Kandea dan Pendeta Gilbert

Mantan Kapolrestabes Palembang, Sumsel ini meminta dukungan warga dan semua pihak, untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota Makassar.

|
Editor: Sudirman
DOK TRIBUN TIMUR
Kapolrestabes Makassar, Kombes Mokhamad Ngajib (kiri) saat berkunjung di kantor Tribun Timur, Jl Cenderawasih nomor 430, Makassar, Sulsel, Kamis (27/4/2023) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar Komisaris Besar (Kombes) Pol Mokhamad Ngajib (53), mengungkapkan rasa syukur karena jajaran polri sejauh ini bisa mengantisipasi dampak emosional dan sosial kejadian pembunuhan sadis Jumiati (35), istri lelaki H (42) di Jl Kandea II, Bontoala, Makassar.

“Alhamdulillah sampai sekarang bisa kita antisipasi baik terkait dampak kejadian pembunuhan,” ujar Ngajib, menjawab pertanyaan Tribun, sesaat sebelum shalat Jumat di Kandea, Bontoala, Makassar, Jumat (19/4/2024).

Selain, dampak kasus penemuan janazah wanita V yang dicor di halaman belakang rumah tersangka, kapolrestabes juga mengklaim, sudah mengantisipasi dampak sosial penolakan kedatangan Pendeta Gilbert Lumindong ke Makassar, awal pekan ini.

Baca juga: Warga Kandea: Hengki Pembunuh, Cor Mi Juga

Mantan Kapolrestabes Palembang, Sumsel ini meminta dukungan warga dan semua pihak, untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota Makassar.

“Mohon doanya semoga makasar tetap Aman dan kondusif. Aamiin YRA,” tulis perwira senior kelahiran Purbalingga ini.

Kapolrestabes juga mengkonfirmasikan sudah meminta jajaran bintara pemelihara keamanan (babinkantibmas) level kelurahann, kecamatan, dan intelijen untuk mengantisipasi efek sosial penemuan mayat wanita beranak dua ini ini.

Setelah mayat mengecor istrinya di belakang rumah, Hengki dilaporkan sempat menikah dua kali.

Hengki ditangkap aparat Jatanras Resmob Polda dan Polrestabes Makassar di kediaman orangtuanya di kawasan Toddopuli, selatan kota.

Penemuan mayat wanita Jumiati di halaman belakang rumahnya, akhir pekan lalu, sempat memantik emosi keluarga dan warga urban padat penduduk Bontoala,

Pasalnya, mayat istri lelaki Hengki (42) ditanam dan dicor dengan semen sejak Agustus 2017 silam.

Dari hasil olah TKP di Kandea II, polisi mengungkap motif pembunuhan sang istri, karena cemburu.

Setahun setelah pembunuhan itu, Hengki mengontrakkan rumahnya ke pedagang bubur.

Baca juga: Anak Histeris saat Datangi TKP Jasad Ibunya Dikubur di Kandea Makassar

Kamis (18/4/2024) kemarin, jajaran penyidik dari Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar, melanjutkan penyidikan kasus suami menghilangkan nyawa istri.

Tahapan penyelidikan kedua adalah rekonstruksi tersangka Hengki (42) dengan dua anaknya.

Kepolisian meminta Hengki memperagakan caranya menghabisi nyawa dari istri sendiri.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved