Bersihkan Tempat Ini dari Sarang Nyamuk, Benarkah Sulsel Dilanda Darurat DBD?
"Kalau ada nyamuk, maka itu akan banyak penyebarannya. Termasuk gigitan di pagi atau sore. Begitu juga orangtua rentan digigit," jelas Ishaq Iskandar
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulsel jadi perhatian.
Terjadi peningkatan jumlah kasus sejak awal 2024 hingga pertengah April.
Sebanyak 1.612 kasus warga Sulsel terkonfirmasi DBD dalam rentang waktu tersebut.
Sembilan nyawa warga Sulsel melayang akibat DBD.
Tingginya angka ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel gencar sosialisasi pola hidup bersih dan sehat.
"Kalau ada nyamuk, maka itu akan banyak penyebarannya. Termasuk gigitan di pagi atau sore. Begitu juga orangtua rentan digigit," jelas Ishaq Iskandar, Kamis (18/4/2024).
Ishaq mengaku dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk menekan angka DBD ini.
Apalagi, musim pancaroba sedang melanda Sulsel.
Sehingga kunci agar tidak terjangkit dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Ruang-ruang gelap dan kosong di rumha menurutnya bisa jadi sarang nyamuk.
Begitu juga genangan air pada sampah seperti botol, drum atau kaleng.
"Apalagi di rumahnya banyak sarang nyamuk. Biasa di ban bekar, kolam-kolam, di bawah kulkas misalkan, penampungan air kalau tidak ditutup, sampah," jelas Ishaq Iskandar
"Dibutuhkan kesadaran masyarakat hidup bersih dan sehat. Gotong royong bersihkan lingkungan, kebersihan solokan, genangan air, penampungan air, serta sampah bisa jadi sarang nyamuk," lanjutnya.
Sementara itu disisi lain, pemerintah juga harus turun mengambil peran.
Dengan memaksimalkan pengelolaan kebersihan lingkungan masyarakat.
Dari 1.612 kasus DBD, 49,94 persen menjangkit anak usia 0-14 tahun.
Sementara 42,90 persen menjangkit orang dewasa rentang usia 15-44 tahun.
Bagi lanjut usia diatas 44 tahun presentasenya 7,16 persen.(*)
| Dr Hasrullah: Belajar dari Kekalahan 2024, Golkar Sulsel Jangan Asal Tunjuk Ketua |
|
|---|
| Kepala Daerah di Tengah Pusaran Efisiensi dan Program Top-down Pusat |
|
|---|
| Masa Kejayaan Golkar Sulsel Mulai Pudar? Hasrullah: Kekalahan 2024 Jadi Alarm Bahaya Menuju 2029 |
|
|---|
| “Kafir” Ekologis |
|
|---|
| Sulsel Tutup Musda Golkar se-Indonesia, Appi-Ina Paling Berpeluang Pimpin Beringin Rindang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fogging-lapas-mks.jpg)