Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kumpulkan Warga Barru, HPBD Sulsel: Warga Desa Tak Boleh Lupakan Bahasa Daerahnya

HPBD Sulsel menggelar penyuluhan optimalisasi pemertahanan bahasa daerah pada generasi kekinian pengadian kepada masyarakat Kabupaten Barru

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ari Maryadi
Citizen Report
HPBD Sulsel menggelar penyuluhan optimalisasi pemertahanan bahasa daerah pada generasi kekinian pengadian kepada masyarakat Kabupaten Barru Senin (15/4/2024). 

Upaya nyata perlu dilakukan oleh pihak berwenang dalam rangka pemberdayaan generasi muda di Sulawesi Selatan, bentuk pelestarian bahasa daerah seperti; memberikan wadah dan ruang kreatifitas literasi Bahasa daerah Sulawesi Selatan.

Semua itu itak ada artinya tanpa menggunakan bahasa daerah dalam aktifitas kehidupan sehari-hari, yang tentunya disesuaikan dengan konteksnya demikian argumen akademisi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin tersebut.

Dr. Dirk Rukka Sandarupa, S.S.,M.Hum, selaku tim pemateri HPBD juga mengungkapkan bahwa bahasa daerah merupakan salah satu pilar terkecil dalam dunia kepariwisataan karena sering terlupakan. Padahal bahasa daerah merupakan fondasi keilmuan bagi budaya dan pariwisata.

Seringkali pariwisata hanya mengungkit tentang wisata alam dan wisata budaya. Lalu bagaimana dengan posisi bahasa daerah dalam pariwisata? Ini tidak boleh dilupakan. Sebab hubungan bahasa daerah, budaya dan pariwisata selalu harus bergandengan dalam melestarikan dan mempromosikan apa itu negara Indonesia?, pungkasnya.

Kabupaten Barru ini merupakan satu dari beberapa kabupaten di Sulsel yang memiliki banyak destinasi wisata, sebagai mana yang menjadi harapan kami agar bahasa daerah dapat tetap lestari di negerinya, tidak asing di tanahnya sendiri.

Apabila bahasa daerah punah maka ilmu pengetahuan yang berbasis lokal pun akan punah.Agar mampu menyampaikan cerita lokal suatu tempat wisata pun tidak lepas dari bahasa daerah terkhususnya bahasa Makassar, Toraja dan Bugis. Terima kasih kepada pihak-pihak yang menjadi penyambung atas terlaksananya kegiatan ini, kata Akbar Amri, S. S., S.Pd.,M.Si.(tim pemateri HPBD).

Bahasa daerah terancam punah karena berbagai faktor, termasuk globalisasi, urbanisasi, dan dominasi bahasa-bahasa besar seperti bahasa nasional atau bahasa internasional seperti Bahasa Inggris. Faktor lainnya termasuk kurangnya pemakaian bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda, serta kurangnya dukungan resmi untuk mempertahankan dan mengembangkan bahasa daerah tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah penutur dan, akhirnya, kepunahan bahasa, ungkap Eka Yuniarsih (selaku moderator tim pemateri HPBD).

Pengabdian ini merupakan pengabdian kegiatan pertama dari Himpunan Pelestari Bahasa Daerah Sulawesi Selatan dan akan berlanjut, selanjutnya daerah Sulsel bagian Selatan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved