Kasus Pendeta Gilbert Lumoindong
Pendeta Gilbert Lumoindong Tertunduk di Depan Jusuf Kalla, JK: Islam Itu Pemaaf
Pendeta Gilbert Lumoindong sedang jadi sorotan lantaran ceramah atau khotbahnya yang dinilai melecehkan agama Islam.
TRIBUN-TIMUR.COM - Pendeta Gilbert Lumoindong sedang jadi sorotan lantaran ceramah atau khotbahnya yang dinilai melecehkan agama Islam.
Di depan para jemaat, dia meledek kewajiban zakat dan gerakan shalat.
"Kita orang Islam diajarin bersih sebelum sembahyang, cuci semuanya. Saya bilang loe 2,5 (2,5 persen zakat). Gue 10 persen bukan berarti gue jorok, disucikan oleh darah Yesus," kata Pendeta Gilbert Lumoindong sebagaimana terdengar dalam potongan video yang viral.
Dia lalu membandingkan lebih mudahnya beribadah dalam agama Kristen karena hanya sepekan sekali dan tidak perlu ada ritual bersih-bersih anggota tubuh ataupun gerakan-gerakan membuat capek.
"Kita kan bayar 10 persen, makanya kebaktian kita tenang aja, paling berdiri, tepuk (tangan), ya santai," katanya.
Lantaran omongannya yang demikian, pendeta Gereja Bethel Indonesia tersebut pun menunai kecaman dari khalayak.
Tak lama bereselang, Pendeta Gilbert Lumoindong pun meminta maaf kepada uamat Islam.
Namun, permohonan maafnya langsung disampaikan kepada Wakil Presiden ke-10 dan 12 sekaligus Ketua Umum (Ketum) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK).
"Saya dengan segala kerendahan hati meminta maaf karena kegaduhan yang ada," kata Pendeta Gilbert Lumoindong di kediaman JK, Jalan Brawijaya nomor 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2024).
Di hadapan JK, Pendeta Gilbert Lumoindong tampak tertunduk sambil menjabat tangan.
Pendeta Gilbert Lumoindong mengatakan, pernyataannya soal zakat dan shalat sama sekali tidak bermaksud untuk menghina agama Islam.
Dia mengaku tumbuh besar di lingkungan muslim dan belajar agama Islam sewaktu sekolah dasar.
Karenanya, Pendeta Gilbert Lumoindong menegaskan, tidak ada niat sedikitpun dirinya untuk sengaja melecehkan ajaran Islam.
Selain itu, kata dia, ceramah tersebut konteksnya adalah ibadah interen alias tidak berlaku untuk umum.
"Tetapi karena jemaat kita ada dua, ada jemaat gereja, ada jemaat online, jadi otomatis ada di YouTube kami. Tetapi itu jelas ada tulisan ibadah Minggu. Jadi karena itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk umum," ucap Pendeta Gilbert Lumoindong
Pendeta Gilbert Lumoindong Batal Datang, Danny: Teman dari Gereja Sepakat Selama Ini Makassar Aman |
![]() |
---|
MUI Makassar Tolak Kedatangan Pendeta Gilbert Lumoindong di Makassar |
![]() |
---|
Pendeta Gilbert Lumoindong Ditolak Datang ke Makassar, FKUB: Jangan Buat Guyonan Bikin Tersinggung |
![]() |
---|
Kontroversi Pendeta Gilbert Lumoindong: Hina Shalat dan Zakat, Bela Ferdy Sambo, Kritik Paus |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.