Golkar Dapat Jatah Menteri Terbanyak Era Prabowo, Pengamat: Wajar, Partai Koalisi Paling Besar
Golkar yang dominan di beberapa daerah dalam pileg, juga berhasil memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dalam pilpres.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pada pemilu 2024, DPD Partai Golkar finish di urutan kedua serta menguasai 15 provinsi di Indonesia.
Apalagi Golkar masuk dalam partai pemenangan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Golkar berhasil memenangkan capres dan cawapres itu mengalahkan dua kandidat lainnya.
Dari hal itu, tak hanya Gerindra saja yang akan menjadi prioritas dari Prabowo melainkan Golkar juga masuk.
Pengamat Politik Andi Taufiq Aris menilai hal itu wajar saja jika Golkar menjadi prioritas bagi Prabowo Subianto ketika menjadi presiden nantinya.
"Untuk kepentingan ke depan jika pemerintahan berjalan lalu Golkar merasa aman dan nyaman di koalisi Prabowo-Gibran, maka Golkar akan menjadi kekuatan dan akan habis-habisan dukung Prabowo," katanya, Kamis (11/4/2024).
Hal itu terlihat jelas, kata pria berakronim ATA itu, ketika Prabowo menyampaikan pidatonya di kantor DPP partai Golkar saat acara buka puasa yang di hadiri oleh Prabowo dan Gibran.
Menurutnya, Golkar yang dominan di beberapa daerah dalam pileg, juga berhasil memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dalam pilpres.
"Kemenangan pilpres kemarin tentu saja tidak lepas dari kontribusi yang besar partai golkar," ujarnya.
Adapun, kata ATA, Golkar dengan raihan 102 kursi di parlemen akan menjadi partai dalam koalisi yang nantinya paling besar memberikan sokongan terhadap pasangan Prabowo-Gibran dalam mengawal jalannya pemerintahan kedepan.
Selain itu, dalam proses pilpres kemarin, para caleg Golkar bekerja dengan sangat baik dalam upaya meyakinkan rakyat agar mau menjatuhkan pilihan politik mereka kepada Prabowo-Gibran.
Baca juga: Rahmat Masri Bandaso - Nurhaenih Berebut Tiket Golkar di Pilkada Palopo, Nasdem Usung Calon Tunggal
"Prestasi Partai Golkar inilah yang membuat Prabowo berterus terang mengatakan dalam pidatonya bahwa dirinya membutuhkan Golkar dalam pemerintahannya. Itu karena kerja kampanye (Golkar) yang berhasil," ungkapnya.
ATA menilai apresiasi Prabowo ini bisa jadi isyarat bahwa Gerindra akan mendukung kader Golkar dalam pemilihan ketua DPR RI periode 2024-2029.
Bahkan, juga bisa menjadi jawaban terhadap pernyataan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto yang menginginkan agar partainya mendapat minimal lima kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran.
Baca juga: Alasan Sebenarnya Prabowo Incar PDIP Masuk Pemerintahan Terungkap, Partai Megawati Jadi Kunci
"Dan semua ini wajar jika porsi Golkar akan lebih besar di pemerintahan Prabowo jika memang ditakdirkan," ungkapnya.
Lebih ATA, ia juga membaca bahwa dalam kondisi sekarang ini Partai Golkar berada pada posisi strategis untuk memaksimalkan target dan capaian nya dalam menghadapi Pilkada serentak 2024.
"Posisi bergaining yang kuat di level nasional ditambah dengan persiapan kader yang cukup banyak untuk maju bertarung di pilkada serentak nanti dan harusnya bisa dimaksimalkan oleh partai Golkar," jelasnya.(*)
Irjen Asep Edi Suheri Terancam, Prabowo Sebut Tindakan Polisi Berlebihan |
![]() |
---|
Prabowo Perintahkan Polisi Pelindas Ojol Affan Kurniawan Dihukum Sekeras-kerasnya |
![]() |
---|
Idrus Marham: Demi Bangsa, Meminta Hendropriyono Buka Dalang Demo Ricuh DPR Tewaskan Ojol! |
![]() |
---|
'Kalau Tidak Serius dan Komitmen, Tidak Dikasih Maju sebagai Ketua Golkar Sulsel' |
![]() |
---|
Sosok Irfan Yusuf Politisi Gerindra Calon Kuat Menteri Haji dan Umrah, Kader NU Cucu Hasyim Asyari |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.