Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Akademi Literasi dan Epilog Ramadhan 1445 H

Dengan meminjam istilah Akademi Literasi yang digagas sahabat penulis, Dr Adin Bondar MSi.

Editor: Sudirman
Ist
Bachtiar Adnan Kusuma, Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca Kabupaten Maros, Penerima Penghargaan Tertinggi Perpustakaan Nasional RI 

Oleh Bachtiar Adnan Kusuma

Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca Kabupaten Maros, Penerima Penghargaan Tertinggi Perpustakaan Nasional RI

Epilog, seperti yang umum kita kenal adalah etafe bagian akhir dari suatu tulisan.

Dan, inilah bagian penting dari sebuah tulisan, demikian halnya perjalanan bulan suci Ramadhan 1445 H tibalah di ujung perjalanan ibadah puasa kita setelah kita berjuang selama sebulan.

Dalam beragam dan corak ikut serta meramaikan Ramadhan, penulis kembali mengingatkan bahwa Ramadhan telah menjadi tempat dan pusat pembinaan ruhani umat Islam.

Dengan meminjam istilah Akademi Literasi yang digagas sahabat penulis, Dr Adin Bondar MSi.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional.

Menurut Adin Bondar, Akademi Literasi adalah ruang kolaborasi dan memberi apresiasi relawan yang telah menjadi suatu gerakan sosial yang melibatkan pemangku kepentingan secara kolaboratif dan integratif.

Karena literasi sebagai hal mendasar membangun masyarakat, maka puncak pencapaiannya dari proses pembangunan yang wajib terus menerus diperjuangkan.

Pertanyaannya, apa hubungan Akademi Literasi dan Akademi Ramadhan 1445 H?

Akademi Literasi dan Akademi Ramadhan begitu istilah yang penulis berikan, memiliki hubungan yang erat.

Selain Ramadhan sebagai bulan pertamakali turunnya perintah membaca “Iqra”, Ramadhan telah menjadi wujud nyata bahwa membaca dalam pengertian kontekstual maupun tekstual sejak lama telah menjadi wajib bagi umat Islam Indonesia.

Karena itu, fakta empiris bahwa negara-negara maju di dunia, memberikan gambaran bahwa kemajuan ekonomi dan kesejahteraan berbanding lurus dengan tingkat literasi masyarakat yang tinggi.

Maka, peningkatan literasi masyarakat membutuhkan partisipasi masyarakat untuk menjadi jembatan dan tindakan role model, motivator, katalisator dalam membentuk masyarakat Indonesia berbudaya tinggi Literasi.

Dalam berbagai panggung literasi agama telah berhasil ditunjukkan umat Islam Indonesia dengan menjadikan Ramadhan sebagai bulan Akademi Literasi dengan membentuk panggung literasi di berbagai masjid dan madrasah serta pondok pesantren.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved