Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bimtek PPIH 2024

Gerimis Pondok Gede Iringi Curhat Kiai Moqsith Ghazali, PPIH Arab Saudi Ketiban Pahala

Sholat Subuh berjamaah kian syahdu dilanjut kuliah 10 menit lebih dari Dr KH Abdul Muqsith Ghazalie.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: AS Kambie | Editor: Sakinah Sudin
Tribun Timur/ AS Kambie
Dr KH Abdul Moqsith Ghazali (lima dari kanan) foto bersama jamaah usai Sholat Subuh di Masjid Mabrur Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Jumat (22/3/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Gerimis pagi mengubah banyak hal.

Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Jumat (22/3/2024), basah sejak dini hari.

Sang gerimis diselingi kilau petir gelegar guntur.

Peserta Bimbingan Teknis (Bim

btek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi riuh rendah sejak dini hari.

Sahur di hari ke-4 Bimtek itu dibalur rintik air bening dari angkasa.

Gerimis tak berdaya membendung peserta ke Masjid Al Mabrur.

Sholat Subuh berjamaah kian syahdu dilanjut kuliah 10 menit lebih dari Dr KH Abdul Moqsith Ghazali.

Sang Kiai juga menyampaikan curahan hati (curhat).

Ia memang kiai dengan tangan selalu tercium.

Tapi ia tetap tunduk patuh pada aturan serta perintah fasilitator Bimtek.

“Mereka itu upil amri kita. Kita harus harus patuh. Dan, itu ibadah kita,” kata Kiai Moqsith.

Alumnus Ponpes Salafiyah Al-Shafi’iyyah asal Situbondo itu menceritakan pengalaman “digertak” oleh fasilitator dari TNI/Polri.

“Saya diminta masukkan baju putih ke dalam celana. Saya bilang ‘Tidak ada aturannya dalam tata tertib.’ Dia bilang, ‘Pokoknya masukkan!’ Ya, saya masukkan. Dan saya dapat ibadah karena patuhi ulil amri,” jelas dosen UIN Syarif Hidayatullah itu.

Kepatuhan pada ulil amri itu harus tetap ditingkatkan di Arab Saudi nanti.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved