Taufan Pawe
Nasib Marliana Timsus Taufan Pawe Bagi-bagi Uang Caleg di Pangkep, Korcam Pangkajene Kini Tak Diakui
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Petugas Kampanye Taufan Pawe ke Polres Maros, ada empat nama yang masuk sebagai korcam.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM - Nasib Marliana tim sukses calon legislatif DPR RI, Taufan Pawe kini tak akui sebagai tim.
Marlina tak diakui sebagai tim saat kedapatan bagi-bagi uang caleg jelang pencoblosan.
Padahal Marlina terdaftar sebagai Koordinator kecamatan (korcam) Pangkajene.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Petugas Kampanye Taufan Pawe ke Polres Maros, ada empat nama yang masuk sebagai korcam.
Dalam surat tertanggal Pangkep 12 Desember 2023 ada empat nama yang disetor Petugas Kampanye, Marliana.
Mereka adalah Nursalim (Korcam Mandalle), Hj Hasni (Korcam Bungoro) dan Marliana (Korcam Pangkajene).
Marliana kini tak diakui sebagai tim Taufan Pawe saat maney politic atau politik uang viral.
calon legislatif DPR RI diduga lancarkan serangan fajar atau bagi-bagi uang kepada warga di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dari foto yang beredar, nampak seorang warga memegang uang Rp50 ribu.
Uang itu diduga dibagi-bagikan oleh timses caleg.
Tak hanya uang, ada juga selebaran caleg DPR RI dari Partai Golkar atas nama Taufan Pawe alias TP.
Kini Marliana tak diakui.
Ketua Tim Pemenangan Taufan Pawe, Baswedan, menegaskan, seluruh Tim Sukses Taufan Pawe tidak pernah money politik di Kota Pangkep.
Baswedan menjelaskan, Marlina, yang diduga bagi-bagi uang, bukan bagian dari Tim Sukses Taufan Pawe.
"Marlina itu bukan tim sukses Bapak Taufan Pawe. Dia hanya staf Golkar Pangkep yang merangkap LO caleg Golkar," tegas Baswedan kepada wartawan, Senin (26/2/2024).
"Marlina tugasnya memfasilitasi kampanye dan kegiatan caleg-caleg Golkar yang ada di Pangkep," kata dia.
Ia kembali menegaskan bahwa berita pembagian uang oleh tim Taufan Pawe di Pangkep adalah upaya black campaign untuk menjatuhkan citra Taufan Pawe.
"Saya tegaskan itu berita money politik sama sekali tidak benar. Itu jelas black campaign kelompok tertentu yang ingin merusak citra Bapak Taufan Pawe," kata Baswedan.
Baswedan juga menjelaskan, Taufan Pawe merupakan kader Golkar yang taat hukum.
Di samping itu, Golkar Sulsel di bawah komando Taufan Pawe selalu mengikuti Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), serta menjunjung tinggi integritas dalam berpolitik.
"Bapak Taufan Pawe sangat menjunjung tinggi PKPU. Beliau tidak mau asal berkampanye. Harus ada izin, tidak boleh lewat dari jam 6 sore," ujarnya.
"Begitupun alat peraga kampanye yang dibagikan masyarakat sesuai Peraturan KPU," tambahnya.
Dia menilai black campaign sebagai senjata terakhir untuk mengalahkan seseorang dalam Pemilu.
Namun demikian, baginya, masyarakat Sulsel sudah cerdas dan mengklaim bahwa Taufan Pawe sudah terbukti amanah selama memimpin Wali Kota Parepare dua periode.
"Ini yang sangat bahaya kalau setiap Pemilu selalu ada kampanye hitam atau tuduhan palsu. Tapi masyarakat Sulsel sudah cerdas, Bapak Taufan Pawe sudah terbukti amanah dan kinerjanya selama memimpin Wali Kota Parepare dua periode," pungkasnya.
Taufan Pawe juga merespons terkait tudingan bagi-bagi uang di momen masa tenang Pemilu 2024.
Dia membantah tuduhan yang menyebutkan, dirinya terlibat dalam pembagian uang di Kabupaten Pangkep.
"Saya membantah hal tersebut, ini sudah kerja black campaign," kata Taufan Pawe kepada Tribun-Timur.
Ia klaim, partainya selalu menjalankan proses politik secara profesional.
Terlebih Golkar Sulsel di bawah kepemimpinannya selalu menjalankan aturan yang berlaku.
"Dalam politik, kami selalu kerja profesional sesuai aturan yang ada," katanya.
Lebih lanjut, Taufan Pawe menambahkan, situasi politik memang rentan terhadap isu-isu negatif dan fitnah, terutama menjelang pemilu
Terkait foto yang beredar luas, dia berharap Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dapat bekerja secara profesional.
Utamanya dalam menangani setiap laporan dan tuduhan yang muncul.
"Saya berharap Bawaslu dapat bekerja secara profesional dalam menangani setiap laporan, termasuk laporan terkait tuduhan ini," kata Taufan Pawe.
Dia menekankan pentingnya menjaga integritas dan menghindari praktik politik yang tidak fair.
Dan memastikan bahwa proses pemilihan umum berlangsung secara transparan dan adil.
Kasus Dugaan Money Politic Timses Taufan Pawe Berlanjut, Kini Ditangani Polres Pangkep
Kasus dugaan money politik yang menjerat Timses Caleg DPR RI Taufan Pawe terus bergulir.
Koordinator Sentra Gakkumdu, Yulianto Ardiwinata mengatakan saat ini kasus ini kini telah dilimpahkan ke Polres Pangkep.
"Sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan dan sudah diteruskan ke Polres Pangkep," ujarnya, Minggu, (25/2/2024).
Ia menyebutkan Gakkumdu sudah melakukan pendalaman terkait kasus ini.
Pihaknya pun sudah melakukan klarifikasi terhadap sejumlah saksi.
"Kemudian Gakkumdu bersepakat untuk dinaikkan ketahap penyidikan. Tetap kami mengedepankan asas presumption of innocence atau asas praduga tak bersalah yang dimana setiap orang wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan hukum tetap," ujarnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pangkep, Iptu Prawira Wardani saat dikonfirmasi enggan menjawab.
Sebelumnya, diduga Tim Sukses Caleg DPR RI, kedapatan bagi-bagi uang kepada warga di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dari foto yang beredar, nampak seorang warga memegang uang Rp 50 ribu.
Tak hanya uang, ada juga selebaran seorang Caleg DPR RI dari Partai Golkar, Taufan Pawe.
Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Pangkep membenarkan adanya laporan tersebut.
Ia menyebutkan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut.
"Kita akan proses berdasarkan regulasi yang ada," katanya, Selasa (13/2/2024).
Ia menyebutkan proses penyelidikan akan berlangsung selama 14 hari kerja.
Jika terbukti melakukan pelanggaran, kata dia, caleg tersebut dapat didiskualifikasi dari Pileg.
"Kalau terbukti pidananya maka akan didiskulifikasi seperti itu aturannya," tutupnya.
Taufan Pawe Pernah Berkarir Sebagai Pengacara
Sebelum menjadi politisi dan kepala daerah, kiprah suami Erna Taufan ini berkibar sebagai pengacara handal.
Tak terhitung kasus telah ditangani pria kelahiran 14 Oktober 1965 ini dengan mengandalkan kerja-kerja layaknya intelejen.
TP pernah bercertita terkait pengalamannya menjadi advokat.
Kala itu ia tak menduga lawan hukumnya menyiapkan dokumen atau arsip tua berwarna coklat kusam dan sudah retak.
Itu diluar perhitungannya, namun ada sedikit kecurigaan ketika kertas tua tersebut dilaminating.
Usut punya usut, arsip tersebut sengaja dibuat menggunakan mesin ketik tua.
Itulah mengapa karakter hurufnya mirip naskah jaman dulu. Kertasnya bekas rendaman teh. Kertasnya juga diasapi sehingga retak-retak.
Hingga kini, TP masih menjadi konsultan hukum tetap untuk sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor, industri, jasa konstruksi dan lain-lain.
Birokrat yang Gila Bola
Belakangan ini, nama Taufan Pawe semakin dikenal masyarakat usai berhasil membujuk PSM bermarkas di Stadion Gelora Bj Habibie.
Untuk meloloskan PSM bermarkas di Gelora BJ Habibie tidaklah mudah.
Taufan harus merombak stadion agar sesuai dengan syarat PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai stadion yang layak menjadi hombase tim liga 1.
Dalam perjalananya, proses revitalisasi Gelora BJ Habibie mendapat banyak hambatan maupun tantangan.
Seperti beberapa pihak yang cukup pesimis melihat kondisi stadion sebelumnya.
Namun Taufan Pawe bersama Pemkot Parepare optimistis bisa merampungkan proses revitalisasi stadion.
Akhirnya digelar laga uji coba PSM kontra Sulut United yang digelar malam hini.
Tak lama setelah itu, Geloro Bj Habibie lolos verifikasi dan kini menjadi hombese PSM.
Itu menjadi bukti bahwa wali kota periode ini tak hanya sebagai seorang birokrat, tetapi juga sosok yang gila bola.
Berikut biodata Wali Kota Parepare, Taufan Pawe:
Nama : DR H. M Taufan Pawe,SH,MH
Tempat, Tanggal Lahir : Parepare, 14 Oktober 1965
Alamat : Jl. Jend. Sudirman No. 33 parepare
JenisKelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Istri : Hj. Erna R Taufan, SE
Riwayat Pendidikan
- SDN 20 Parepare, 1977
- SMP Frater Parepare, 1980
- SMAN 1 Parepare, 1983
- S1 Fakultas HukumUniversitas Muslim Indonesia
- S2 Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin
- S3 Doktor Ilmu Hukum, Universitas Hasanuddin
Organisasi:
- Ketua Osis SMA NEG 1 Parepare
- Pengurus PERHAMI UMI
- Wasekjen DPP IKADIN
- Perhasi (Ormas)
- Wakil Ketua MKGR Provinsi Sulsel
- Wakil Bendahara ICMI Provinsi Sulsel
-Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sulsel (Bidang Hukum dan Ham dan
Otonomi Daerah)
- Ketua Bakumham Partai Golkar Provinsi Sulsel
- Ketua DPD I Golkar Sulsel
Riwayat Pekerjaan:
- Konsultan Hukum Tetap dibeberapa perusahaan Eksportir/Importir
- Konsultan HukumTetap dibeberapa Industri di Jakarta
- Konsultan Hukum Tetap dibebebrapa Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit baik yangbersifat go Internasional. (Pt Astra Argo Lestari Tbk, Pt. Mamuang (Jakarta), Pt. Surya Raya Lestari (Jakarta), Pt. Pasang Kayu (Jakarta), Pt Lestari Tani
Teladan (Jakarta), Pt. Unggul Widya Teknologi Lestari Tbk.(Holding
Campany), Pt. Manakarya Widya Lestari Pt. Snct (PMA)
- Konsultan Hukum Tetap dibeberapa Perusahaan Jasa Konstruksi.
- Konsultan Hukum Tetap dibeberapa Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). - Dosen Luar Biasa Fakultas Hukum UMI.
- Wali Kota Parepare Periode 2013-2018
- Wali Kota Parepare Periode 2018-2023. (*)
Sosok Marlina Korcam Pangkajene di Kasus dugaan Politik Uang Caleg Pesohor Sulsel |
![]() |
---|
Kasus Dugaan Money Politic Taufan Pawe Makin Rumit di Pangkep, Gakkumdu dan Polres Beda Pendapat |
![]() |
---|
Sosok Taufan Pawe Caleg DPR RI Diduga Money Politic di Pangkep, 'Korbankan' Staf Golkar |
![]() |
---|
Kelakar Ketua Golkar Taufan Pawe Sebut DPR RI Sulsel II 'Dapil Neraka Jahanam' |
![]() |
---|
9 Tahun Jadi Wali Kota Parepare, Taufan Pawe Ingin Terus Buka Sumber Ekonomi Baru |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.