Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cara SMP Islam Athirah Makassar Ajak Siswa Kenali dan Cintai Budaya Indonesia

Festival Budaya Nusantara SmP Islam Athirah diikuti sekitar 317 siswa dari 40 sekolah dasar se-Kota Makassar.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/RUDI SALAM
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Makassar Muhammad Guntur, memukul gendang tanda dibukanya Festival Budaya Nusantara (FBN) ke-10 di Sekolah Islam Athirah Jalan Kajaolalido, Kota Makassar, Rabu (21/2/2024). Event ini diikuti 40 sekolah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - SMP Islam Athirah Makassar menggelar Festival Budaya Nusantara (FBN) ke-10 di Sekolah Islam Athirah, Jl Kajaolalido, Kota Makassar, Rabu (21/2/2024).

Event tahunan SMP Islam Athirah Makassar tersebut diikuti sekitar 317 siswa dari 40 sekolah dasar se-Kota Makassar.

Festival Budaya Nusantara dibuka langsung Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Makassar Muhammad Guntur, didampingi Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril.

Berbagai lomba untuk internal dan eksternal dihadirkan dalam Festival Budaya Nusantara.

Seperti ranking 1, baca puisi, menggambar, menyanyi solo, tari tradisional, pidato budaya, hingga fashion show.

Tak sampai di situ, para siswa SMP Islam Athirah Makassar juga menghadirkan booth dengan tema provinsi yang ada di Indonesia, seperti Aceh, Jakarta, Kalimantan Timur, Maluku, dan sebagainya.

Siswa SMP Islam Athirah Makassar juga turut mengenakan baju ada sesuai dengan tema provinsi di booth masing-masing.

Ketua Panitia, Fajaruddin menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuat siswa mengetahui dan mencintai budaya Indonesia.

“Ini untuk mencintai budaya di Indonesia, karena kita melihat budaya Indonesia beragam, mulai Sabang hingga Marauke, jangan sampai mereka hanya tahu budaya luar,” jelasnya.

Kepala SMP Islam Athirah Makassar, Nilamartini mengatakan, kegiatan yang memasuki 1 dekade ini bertujuan untuk mengenal dan mencintai budaya Indonesia.

Menurutnya, lewat kegiatan ini, para siswa merasakan secara langsung, bukan hanya sekadar teori saja.

“Mereka menari, memasak, presentasi hingga orasi. Tentu itu tujuan utamanya mengenalkan, merasakan dan mencintai budaya,” katanya.

Nilamartini menambahkan, para siswa dipersiapkan menjadi masyarakat global tetapi tidak meninggalkan identitas diri sebagai warga negara Indonesia.

“Ini bukan hanya internal saja, kita ruang juga kepada para siswa sekolah dasar dan alhamdulillah pesertanya luar biasa,” tambahnya.

Sesuai Visi Misi Pemkot

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved