Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pendaki Unhas Tersesat

Kronologi 8 Pendaki Unhas Tersesat di Gunung Gandang Dewata Sulbar

Tak hanya tersesat, pendaki Unhas juga dilaporkan kehabisan bekal saat mendaki di Gunung Gandang Dewata.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
Instagram/ajitrisaputra
Ilustrasi pendaki - Delapan pendaki dari Universitas Hasanuddin (Unhas) di Gunung Gandang Dewata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa, Gusti Hermiawan menjelaskan kronologi delapan pendaki dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang tersesat di Gunung Gandang Dewata.

Tak hanya tersesat, mereka juga dilaporkan kehabisan bekal saat mendaki di gunung yang berlokasi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) itu.

Menurut Gusti, pada Senin (12/2/2024), sekira pukul 20.48 Wita pihaknya mndapatkan laporan dari kepala Dusun Rante Pongko, bahwa ada pendaki atas nama Alfian Arif mampir di rumah warga atas nama Pak Arruan.

Pendaki itu melaporkan bahwa masih ada tujuh rekannya yang berada di kawasan hutan perkiraan lokasi jalur antara pos lima ke empat.

Pendaki tersebut tiba di Mamasa pada Minggu (4/2/2024) dan pada Senin (5/2/2024) memulai pendakian.

Mereka tiba di puncak tanggal 9 Februari dan kembali berkemah di pos 7.

"Tanggal 10 melanjutkan perjalanan turun dan tersesat serta bahan makanan terakhir habis di malam hari, tanggal 11 Februari baru kembali menemukan jalur pendakian," jelas Gusti, Selasa (13/2/2024).

Kemudian pada 12 Februari sekitar pukul 10.00 Wita mereka melanjutkan perjalanan dari jalur pos lima menuju pos empat.

Pendaki atas nama Alfian Arif jalan lebih dulu untuk mencari bantuan karena tujuh orang yang lain sudah tidak sanggup melanjutkan perjalanan.

Sebab dua orang mengalami cedera alat gerak dan satu orang dengan keluhan sakit maag, empat orang yang lain kelelahan.

Alfian Arif yang hendak mencari bantuan tiba di rumah warga Dusun Rante pongko, sekitar pukul 19:00 Wita.

"Saat ini Alfian Arif istirahat di sekretariat KPA Quarles," ungkap Gusti.

Gusti mengaku, saat ini Tim BKSDA resort Mamasa telah melakukan koordinasi bersama BPBD Mamasa, Basarnas Mamuju, Polres Mamasa, Kodim 1428 Pemerintah kecamatan dan Desa Tondok Bakaru dan komunitas Pecinta Alam.

Pihaknya juga mengaku, tengah dalam proses pencarian.

Baca juga: BREAKING NEWS: 8 Pendaki dari Unhas Tersesat di Gunung Gandang Dewata Sulbar

"Sesuai SOP kita akan lakukan pencarian dulu," pungkasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved