Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polisi Bongkar Makam Remaja di Palopo, Keluarga Duga Ada Penganiayaan

Tim Inafis Polres Palopo dan Tim Dokpol Forensik Polda Sulsel kemudian membongkar makam korban di pekuburan Buntu Datu untuk melakukan autopsi

Editor: Saldy Irawan
Tribun Network
Ilustrasi garis polisi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Polisi membongkar makam seorang pelajar SMP bernama MAR (14) di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, yang ditemukan tewas di empang saat berburu burung bersama tiga temannya.

Keluarga korban mencurigai kematiannya akibat dianiaya.

Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Alvin Aji Kurniawan, menyatakan bahwa setelah 11 hari kematian MAR, keluarga korban memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut karena menduga korban mungkin telah dianiaya.

Tim Inafis Polres Palopo dan Tim Dokpol Forensik Polda Sulsel kemudian membongkar makam korban di pekuburan Buntu Datu untuk melakukan autopsi.

Alvin menjelaskan bahwa korban awalnya ditemukan tewas di empang saat berburu burung dengan teman-temannya di Kelurahan Buntu Datu.

Meskipun keluarga korban menolak autopsi pada awalnya, namun setelah kecurigaan muncul, proses autopsi pun dilakukan.

Ketika teman-teman korban hendak menyeberang ke masjid, mereka terkejut dengan suara teriakan dari arah pohon, di mana kemudian mereka menemukan korban telah jatuh.

Salah satu teman korban langsung meminta bantuan warga dan korban dilarikan ke RS Sawerigading Palopo, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Meskipun pada awalnya keluarga menolak autopsi, namun setelah proses penyelidikan lebih lanjut, mereka akhirnya menyetujui pembongkaran makam dan autopsi dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti kematian MAR.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved