Unhas Bergerak untuk Demokrasi
Alumni: Rektor Unhas Cenderung Tidak Mengaminkan Perjuangan Demokrasi
Momen Pemilu 2024, yang seharusnya menjadi peristiwa demokrasi, menganggu suasana batin para alumni dan civitas akademika Unhas.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM - Universitas Hasanuddin (Unhas) yang dulu dikenal sebagai kampus perjuangan dalam mewujudkan reformasi saat ini mendapat kritik tajam dari alumni dan civitas akademika terkait sikap Rektor terhadap Pemilu 2024.
Kritik tersebut muncul di tengah momen Pemilu 2024, di mana para Guru Besar dan Civitas Akademika menyuarakan permintaan kepada Presiden untuk menghargai proses demokrasi.
Momen Pemilu 2024, yang seharusnya menjadi peristiwa demokrasi, menganggu suasana batin para alumni dan civitas akademika Unhas.
Namun, sikap Rektor Universitas Hasanuddin menjadi kontroversial setelah mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa gerakan tersebut sama sekali tidak mewakili Unhas.
Baca juga: Mahfud MD Akhirnya Plong Tidak Lagi Menjabat Menko Polhukam
Seorang alumni dan mantan Ketua BEM Universitas Hasanuddin Imam menyayangkan sikap Rektor yang dinilai tidak mendukung perjuangan demokrasi.
Ia meminta Rektor Unhas untuk meminta maaf kepada alumni dan seluruh civitas akademika Unhas.
“Saya sebagai Alumni dan Demisioner Ketua BEM Universitas menyayangkan sikap rektor Unhas yang cenderung tidak mengaminkan perjuangan demokrasi dan meminta rektor unhas untuk meminta maaf kepada alumni dan seluruh civitas akademika Unhas,” kata Imam Mobilingo.
Mengutip Prof Dr Irawan Yusuf, PhD, seorang Guru Besar di Unhas, "Harusnya Unhas berterima kasih karena masih ada Guru Besar dan Dosen yang mau menyuarakan hati nurani mereka. Saya yakin, diluar unhas banyak yang menghargai dibandingkan dari dalam unhas sendiri. Saya mendapat banyak ucapan baik dari teman-teman di UGM, UI dan Perguruan tinggi yang lain”.
Dengan demikian, muncul tuntutan agar Rektor Universitas Hasanuddin meminta maaf kepada seluruh alumni dan civitas akademika Unhas atas sikap yang dianggap tidak menghormati demokrasi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Presiden-BEM-Universitas-Hasanuddin-Imam-Mobilingo-bf.jpg)