Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Unhas Bergerak untuk Demokrasi

Rektor Unhas: Saya Ingatkan Tidak Kampanye Hitam ke Calon Presiden

Dalam isi deklarasinya, forum guru besar Unhas menyuarakan menjaga Pancasila dan UUD 1945 sebagai instrumen demokrasi.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
YouTube Unhas TV
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Forum Guru Besar dan dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) menyatakan sikap melihat kondisi demokrasi di Indonesia.

Deklarasi Unhas Bergerak Untuk Demokrasi disuarakan dari depan Rektorat Kampus Unhas Tamalanrea pada Jumat (2/2/2024).

Dalam isi deklarasinya, forum guru besar Unhas menyuarakan menjaga Pancasila dan UUD 1945 sebagai instrumen demokrasi.

Baca juga: Rektor Prof Jamaluddin Jompa Tegaskan Aksi Guru Besar Tidak Mewakili Unhas!

Kemudian mengingatkan Presiden Jokowi, pejabat negara, aparat hukum dan politisi tetap berada di jalur demokrasi.

KPU dan Bawaslu juga dinilai harus ekstra profesional dalam bekerja.

Serta menyerukan masyarakat menciptakan iklim demokrasi yang sehat dan bermartabat.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa mengeluarkan maklumat terkait situasi politik dan merespon gerakan Forum Guru Besar dan Dosen Unhas.

Maklumat Rektor Unhas ini dituliskan dengan nomor 05426/UN4.1/HK.05/2024.

Ada 6 poin yang menjadi penekanan Prof Jamaluddin Jompa.

Pertama, harus aktif menjaga situasi dan kondisi termasuk ikut memperbaiki suasana perbincangan.

Sehingga tidak mengarah ke hal-hal yang provokatif dan intimidatif.

"Kedua, kebebasan berpendapat kita hargai dan junjung tinggi sebagai amanat konstitusi, tapi pilihan politik yang beragam juga harus dihormati dan dihargai," tegas Prof Jamaluddin Jompa dalam keterangannya.

"Ketiga, meskipun terdapat perbedaan pilihan dan preferensi calon presiden, saya ingatkan untuk tidak melakukan kampanye hitam terhadap calon presiden yang tidak disukai. Hindari menyebarkan informasi hoax dan berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya dan tidak diketahui sumbernya," lanjutnya

Poin keempat menjaga atmosfir akademik yang sehat dalam bingkai kebebasan mimbar akademik yang bertanggung jawab.

Kelima menjaga silaturahim dan persaudaraan kampus yang kita cintai bersama. Mari jaga dan dewasa menerima perbedaan pilihan politik dalam suasana kekeluargaan.

"Keenam, adanya flyer yang mengatasnamakan Guru Besar dan Dosen Unhas untuk mengajak menyampaikan keprihatinan "Menyelamatkan Demokrasi", tidak mewakili Unhas sebagai Institusi," tegas Prof Jamaluddin Jompa.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved