Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Siswa SMA 19 Makassar Terpaksa Belajar Daring Gegara Kebanjiran

"Hujan itu mulai masuk kelas di hari Rabu, sejak hari Rabu siswa kita arahkan ke pembelajaran daring," kata Sultan Arifin.

|
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Salah satu ruang kelas belajar SMA Negeri 19 Makassar, Jl Inspeksi PAM Timur, Kecamatan Manggala, Makassar, yang masih terendam air, Jumat (19/1/2024) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Belasan kelas atau ruang belajar terendam di SMA 19 Makassar, Jl Inspeksi PAM Timur, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Pantauan Tribun, Jumat (19/1/2024) sore, rendaman banjir mulai surut.

Namun demikian, beberapa ruang belajar masih terendam air setinggi tumit orang dewasa.

Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 19 Makassar, Sultan Arifin mengatakan, akibat rendaman banjir di ruang belajar, para siswa mengikuti pembelajaran secara daring.

"Hujan itu mulai masuk kelas di hari Rabu, sejak hari Rabu siswa kita arahkan ke pembelajaran daring," kata Sultan Arifin.

"Kelas yang terendam itu ada 14 kelas, termasuk lab IPA. Kelas XII yang aman ada empat kelas," sambungnya.

Kondisi banjir itu disayangkan Sultan Arifin, lantaran saat ini siswa kelas tiga harus mengikuti pelajaran ekstra jelang ujian.

"Sekarang kondisinya menjelang ujian kelas XII di bulan Maret anak-anak butuh pembelajaran ekstra. Jujur, kalau kita bicara daring kan tidak terlalu efektif. Kita butuh tatap muka," ujarnya.

Meski demikian, lokasi sekolah yang tidak jauh dari Blok 10 Perumnas Antang yang juga langganan banjir, kata Sultan Arifin, membuat siswa dan guru terbiasa dalam melaksanakan mitigasi bencana.

"Jadi kita semua stakeholder di sekolah istilahnya sudah belajar mitigasi bencana, menghadapi kondisi seperti ini," ungkap Arifin.

"Banjir apa segala macam, selalu diingatkan sebelum pulang, semua barang-barang elektronik, colokan listrik diamankan," jelasnya.

Pihaknya pun berharap pemerintah terkait dapat lebih menaruh perhatian terhadap SMA Negeri 19 Makassar.

Khususnya, terkait masalah banjir yang tiap musim penghujan menghantui.

"Banjirnya setiap tahun, harapan kami soal ini banyak. Butuh perhatian, ini kota Makassar, kok masih ada sekolah negeri yang kondisinya seperti ini," ucap Arifin.

"Bukan tidak ada bantuan, tapi sangat minim. Kita (butuh) RKB baru, ruang kelas belajar baru, yang saya pikir yang bisa menyelesaikan itu hanya pemerintah," tuturnya.

Diketahui total ada 600 lebih siswa aktif yang belajar di SMA Negeri 19 Makassar ini.(*) 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved