HPRL ke 78
Cara KKLR Sulsel Agar Milenial Paham Sejarah HPRL
Tahun ini panitia KKLR Sulsel mengadakan lomba esai khusus pelajar dan mahasiswa dalam rangka peringatan HPRL ke-78.
TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan punya cara agar kalangan milenial dan gen Z paham sejarah Peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL).
Ketua Panitia Semarak HPRL ke-78 KKLR Sulsel Asri Tadda mengatakan tahun ini panitia mengadakan lomba esai khusus pelajar dan mahasiswa.
Lomba esai bertema HPRL ini merupakan salah satu rangkaian peringatan HPRL ke-78.
Menurut Asri Tadda, lewat lomba esai diharapkan generasi muda mengerti pesan heroisme dan semangat patriotisme nasional.
Bahwa kita sebagai bangsa harus tetap anti terhadap penjajahan dan berkomitmen pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Seperti amanat Datu Luwu Andi Djemma pada 23 Januari 1946 saat memimpin perlawanan terhadap Belanda yang ingin kembali berkuasa," tutur Asri Tadda dalam Podcast Bincang Komunitas Tribun Timur, Selasa (9/1/2024) lalu.
Bicara generasi muda saat ini, kata dia, tantangannya berbeda dengan pahlawan-pahlawan dulu.
Karenanya KKRL Sulsel selalu mewanti-wanti generasi muda untuk kembali menggali semangat kebudayaan dari masa lalu sebagai spirit mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Namun semangatnya sama, bagaimana mempersiapkan masa depan yang jauh lebih baik.
"Makanya salah satu kegiatan kami adakan, yakni lomba essai yang melibatkan pelajar mahasiswa untuk memperkenalkan semangat perlawanan rakyat Luwu pada masa lalu," ujarnya.
Steering Committee Semarak HPRL ke-78 Abdul Talib Mustafa mengamini.
Menurutnya, generasi muda sudah seharusnya punya semangat nasionalisme yang kuat.
Apalagi menilik peristiwa yang terjadi pada 22-23 Januari 1946, kalangan pemuda, kerajaan, dan anggota gerakan perlawanan bersatu menghadapi pasukan NICA.
Baca juga: HJL ke-756 dan HPRL ke-78 di Luwu Timur Diawali dengan Tabligh Akbar
Apa yang terjadi saat itu, kata dia, menunjukkan masyarakat Luwu tak terkecuali generasi muda ingin menegaskan dukungannya terhadap Republik Indonesia yang sudah diproklamirkan pada tahun 1945.
"Peristiwa ini sangat penting bagi kami sebagai warga Luwu karena menandakan semangat nasionalisme yang kuat," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Semarak-hprl-ke-78-kklr-sulsel.jpg)