Pilpres 2024
Pandangan Pengamat Politik Unhas Soal Tudingan Jubir AMIN ke Caleg: Ada Benarnya Juga
Ali menilai perspektif yang dilontarkan Juru bicara Anies-Muhaimin (AMIN) Muh Ramli Rahim tidaklah salah jika dilihat dari sisi relawan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Ali Armunanto menilai struktur kinerja dari partai politik (parpol) dan relawan berbeda.
Ali menilai perspektif yang dilontarkan Juru bicara Anies-Muhaimin (AMIN) Muhammad Ramli Rahim tidaklah salah jika dilihat dari sisi relawan.
"Yang dibilang Ramli Rahim ada benarnya juga. Tapi dari perspektif relawan karena diakan Ketua Umum KoReAn. Tentu dari perspektif relawan mereka menganggap dirinya lebih bekerja dan lebih jalan dari partai," katanya saat dihubungi, Selasa (2/1/2024).
Pasalnya, kata Ali, sejatinya relawan memang bergerak langsung ke masyarakat.
"Karena memang sejatinya relawan itu seperti itu turun langsung ke masyarakat, makanya ada anggapan bahwa mereka lebih berjasa dari partai," ujarnya.
Adapun kata Ali, ada sesuatu yang tidak disadari oleh setiap relawan seperti Ramli Rahim yang juga sebagai Ketua Umum KoReAN.
Menurutnya, Ramli tidak melihat, partai tidak memiliki bentuk seperti relawan. Parpol mempunyai struktur tersendiri.
"Mereka punya struktur ditingkat nasional, provinsi, Kabupaten/Kota dan bahkan partai besar sampai ada cabang hingga kelurahan dan itulah yang bekerja," ungkapnya.
"Kalau kita lihat memang mereka tidak bekerja pada saat seperti relawan yang sibuk pada saat pemilu dan partai bekerja dari jauh-jauh hari mematangkan strukturnya dan struktut itulah yang bekerja," tambah dia.
Olehnya, setiap parpol yang ada di Koalisi Perubahan seperti Nasdem, PKS dan PKB sudah membangun ikatan-ikatan dan jaringan sedari dulu.
"Jadi mereka tidak perlu lagi bergerak seperti relawan yang menarik simpati orang kemana-mana tapi partai ini tinggal mengaktifkan saja strukturnya dan itu bisa dimobilisasi," kata di.
Adapun kata Ali, kutipan dari Ramli yang menganggap caleg tidak mengkampanyekan pasangan presiden di daerah lawan karena takut kehilangan suara memang benar adanya.
Namun, lanjut Ali, struktur dari partai yang nantinya akan bergerak di daerah tersebut untuk memenangkan salah satu pasangan dari calon presiden.
"Memang mereka tidak mengajak orang tapi mereka akan termobilisasi dengan sendirinya karena mereka menjadi bagian dari partai itu," jelasnya.
"Yang harus kita ingat bahwa struktur partai berbeda dari relawan. Parpol sudah ada dari awal bukan seperti relawan nanti menjelang pilpres baru terbentuk lagi," tambah dia. (*)
| Mahfud MD: Saya Lebih Baik dari Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming |
|
|---|
| Cak Imin Nilai Wacana Pembentukan Presidential Club Positif |
|
|---|
| Alasan Surya Paloh Tinggalkan Anies Baswedan Usai Kalah di Pilpres, Kini Dukung Prabowo-Gibran |
|
|---|
| PBB Takut Yusril Ihza Mahendra tak Jadi Menteri? NasDem-PKB Dukung Prabowo |
|
|---|
| Prabowo-Gibran tidak Mundur Hingga Dilantik Jadi Presiden-Wapres |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pengamat-Politik-Universitas-Hasanuddin-Unhas-Ali-Armunanto.jpg)