Pilpres 2024
Prabowo dan Gibran Hadapi Masalah, Kader Partai Golkar dan Mantan Ketua Pilih Dukung Anies Muhaimin
Kader Partai Golkar ternyata tak solid mendukung Capres dan Cawapres RI, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.
Jusuf Kalla berbeda dengan mantan ajudannya semasa menjabat Wapres periode pertama sekaligus mantan Wakapolri dan mantan Menteri PAN RB, Komjen (Purn) Syafruddin Kambo.
Syafruddin sekaligus Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia atau DMI menyatakan netral.
Jusuf Kalla di DMI menjabat sebagai ketua umum.
Keputusan Syafruddin untuk netral diambil demi menjaga citra DMI.
“Netralitas dan marwah pengurus masjid harus dijaga." ujarnya dalam siaran pers, Rabu hari ini.
Selain itu, dia menegaskan statusnya sebagai jenderal purnawiran polisi.
"Sikap saya ini juga penting karena saya purnawiran polisi." ujarnya.
Syafruddin juga berbeda sikap dengan sejumlah mantan petinggi Polri yang memilih masuk menjadi tim sukses ketiga pasangan calon, termasuk mantan Kapolri (Jend Purn Sutanto, Jend Purn Sutarman, dan Jend Purn Idham Azis).
Sebelumnya, awal Oktober 2023 lalu, Koordinator Nusa Ina Connection, Abdullah Kelrey mengusulkan Syafruddin menjadi Ketua Tim Pemenangan Amin.
“Beliau (Syafruddin) punya pengalaman di kepolisian, kabinet kerja dan juga di Dewan Masjid Indonesia, sehingga beliau menjadi sosok yang melangit juga membumi dan pandai merawat basis,” ujar Kalrey.
Bahkan, namanya masuk dalam daftar tokoh yang ikut dalam pendaftaran capres.
Namun, Syafruddin dengan tegas membantah dan menolak. Dia memilih sikap netral.
Dia mengungkap dirinya dekat dengan semua caprs.
Tawaran itu ditampik, sebab sebelumnya tim pemenangan capres nomor urut tiga Ganjar Mahfud dan nonor dua, Prabowo-Gibran, juga menawarinya jadi tim pemenangan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-dan-Gibran-Rakabuming-1-19112023.jpg)