Opini
Pengembangan Program Kewirausahaan dengan Model Pentahelix
Program kewirausahaan sekolah merupakan program intrakurikuler melalui pengembangan kurikulum diversifikasi.
Oleh:
Bakry Liwang
Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga
TRIBUN-TIMUR.COM - Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh rasio antara jumlah wirausaha dengan jumlah penduduk di negara tersebut.
Pada negara maju diketahui rasio kewirausahaan mencapai angka 10-12 persen ini pernah diungkapkan oleh menteri koperasi dan UKMTeten Masduki.
Bagaimana dengan Indonesia, saat ini rasio kewirausahaan baru mencapai angka 3,74 persen masih sangat jauh dari negara maju bahkan dari negara tetangga di Asean.
Rasio kewirausahaan di Malaysia, Singapura dan Thailand sudah mencapai angka diatas 4 persen. Sehingga untuk membawa Indonesia menjadi negara maju maka rasio kewirausahaan nasional harus terus ditingkatkan.
Dalam upaya meningkatkan rasio kewirausahaan maka dapat dilakukan dengan mendorong munculnya wirausaha muda setiap tahunnya.
Wirausaha muda bisa didukung melalui program kewirausahaan di sekolah, oleh karena itu perlu upaya pendekatan yang menyeluruh dalam melaksanakan program kewirausahaan di sekolah sehingga bisa lebih optimal dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa, dan mendorong munculnya wirausaha muda di Indonesia.
Model pentahelix dapat menjadi sebuah pendekatan yang menyeluruh dengan melibatkan lima unsur yaitu pemerintah, akademisi, dunia bisnis, masyarakat/komunitas dan media.
Program Kewirausahaan
Pemerintah sebagai bagian yang paling penting dalam penyelenggaraan pendidikan tentu menghadirkan kebijakan dan program yang bisa membantu siswa, guru, sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan. Salah satu kebijakan pemerintah yaitu mendorong program kewirausahaan di sekolah.
Program kewirausahaan sekolah merupakan program intrakurikuler melalui pengembangan kurikulum diversifikasi.
Kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis potensi daerah maupun berdasarkan pada keunggulan sekolah.
Pengembangan kurikulum kewirausahaan dapat dilakukan dengan kolaborasi antara sekolah dengan unsur akademisi dari berbagai perguruan tinggi yang fokus di bidang bisnis dan kewirausahaan.
Kurikulum kewirausahaan yang dikembangkan selain program juga memuat isi kurikulum yang terdiri dari lima tahapan mulai dari (1) pengenalan kewirausahaan, (2) perencanaan usaha, (3) pembuatan produk, (4) pemasaran, dan (5) evaluasi hasil produksi. Dalam setiap tahapan diatas terintegrasi dengan materi mental kewirausahaan yang akan ditumbuhkan pada seluruh siswa.
Dalam pelaksanaan program kewirausahaan sekolah khususnya pada tahapan pembuatan produk tentu perlu dukungan masyarakat atau orangtua siswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bakry-Liwang-Kepala-SMA-Islam-Athirah-Bukit-Baruga-c.jpg)