Opini
Viral Oknum Kades VCS, Buah Liberalisme?
Beraneka istilah mesum saat ini digunakan para pelaku yang terkesan normalisasi perbuatan asusila mereka.
Oleh: Dr Suryani Syahrir ST MT
Dosen dan Pemerhati Sosial
Beraneka istilah mesum saat ini digunakan para pelaku yang terkesan normalisasi perbuatan asusila mereka.
Singkatan-singkatan atau istilah yang ditulis dalam bahasa Inggris tersebut, dominan digunakan Gen-Z.
Namun, generasi milenial bahkan Gen-X juga tak ketinggalan melakoninya.
Seperti yang lagi viral saat ini, seorang oknum Kades Jeneponto yang terlibat kasus VCS (Video Call Sex). Naudzubillah!
Dilansir dari makassar.tribunnews.com (28/11/2023), perbuatan asusila tersebut beredar di grup-grup Whatsapp.
Berdurasi 37 detik yang memperlihatkan adegan tidak senonoh.
Sungguh video yang sangat menjijikkan dan tidak pantas dilihat, terlebih anak-anak.
Mengingat pula bahwa Kades adalah representatif pemerintah yang seyogianya memberi teladan yang baik.
Namun, karena negara seolah tidak hadir untuk mem-filter konten-konten yang tidak pantas ditayangkan.
Maka jadilah konten porno tersebut menjadi konsumsi massal.
Tak dapat dihindari, dunia digital pun menjadi tool kekerasan seksual dimana-mana.
Lihatlah realitas kekerasan seksual dalam beragam modelnya.
Tak dimungkiri pemberitaan di media online bagaikan air bah. Tak pandang usia dan profesi, semua terlibas arus liberalisasi tanpa filter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dr-Suryani-Syahrir-ST-MT-Dosen-dan-Pemerhati-Sosial-7.jpg)