Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PKS Antara Harapan dan Tantangan: Persaingan Sengit Pemilu 2024 di Dapil Sulsel I

Menyuarakan visi, misi, dan program-program yang diharapkan bisa memenangkan dukungan pemilih.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
Tribun-Timur.com
Ketua DPW PKS Sulsel Amri Arsyid. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah menghangatkan suasana politik dengan persaingan sengit antara berbagai partai politik yang bersaing memperebutkan kursi legislatif di DPR.

Di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel I, parpol yang berpartisipasi dalam pemilu terus meningkatkan intensitas kampanye mereka, menyuarakan visi, misi, dan program-program yang diharapkan bisa memenangkan dukungan pemilih.

Pertarungan ini diprediksi menjadi salah satu yang paling sengit dalam sejarah politik Indonesia, di mana setiap partai berupaya keras untuk mengokohkan posisinya dan mendapatkan dukungan masyarakat.

Salah satu partai yang termasuk dalam pertarungan ini adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Berdasarkan pengalaman Pemilu 2019, PKS Sulsel hanya berhasil mengamankan satu kursi di DPR RI.

Andi Akmal Pasluddin menjadi satu-satunya perwakilan PKS Sulsel yang berhasil masuk ke DPR Senayan saat itu dengan perolehan suara sebanyak 66.340 dari Daerah Pemilihan Sulsel II. Namun, di Dapil Sulsel I dan III, partai yang dipimpin oleh Ahmad Syaikhu harus menerima kekalahan.

Ketua DPW PKS Sulsel, Amri Arsyid, mengakui kekalahan tersebut.

Namun, mereka berkomitmen untuk tidak mengulangi kegagalan tersebut. Amri Arsyid optimistis bahwa PKS Sulsel di bawah kepemimpinannya bisa bangkit dari keterpurukan.

Dia menyatakan keyakinannya bahwa PKS dapat mengamankan minimal satu kursi dalam Pemilu kali ini meskipun persaingan sangat ketat di Dapil Sulsel I.

"Perbedaan dengan Pemilu 2019 sangatlah besar. Kader-kader potensial PKS saat ini memberi keyakinan bahwa kami mampu memperoleh minimal satu kursi," ujar Amri Arsyid kepada Tribun-Timur pada Senin (3/12/2023).

Keyakinan ini didasarkan pada kesuksesan dua anggota DPRD Sulsel, yaitu Sri Rahmi dan Meity Rahmatia, dalam melangkah ke Senayan.

Sri Rahmi telah menjadi legislator DPRD Sulsel selama dua periode, yaitu 2014-2019 dan 2019-2024. Sementara itu, Hj Meity Rahmatia saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sulsel periode 2019-2024.

Selain keduanya, figur lain yang menjadi sorotan dalam perebutan kursi DPR RI adalah Iqbal Parewangi, mantan anggota DPD RI periode 2014-2019.

Iqbal berhasil terpilih setelah meraih dukungan dengan perolehan suara sebesar 233.785.

Meski Direktur Lembaga Riset Nurani Strategic, Nurmal Idrus, menyatakan bahwa PKS memiliki potensi untuk mendapatkan satu kursi di Dapil Sulsel I, namun dengan kehadiran tokoh-tokoh kuat dari beberapa partai politik lain, peluang tersebut menjadi sangat tipis.

Nurmal Idrus menyatakan, "PKS sebelumnya tidak memiliki kursi (Pemilu 2019), hanya Bu Sri Rahmi dan Meity Rahmatia yang ada.

Dengan kondisi saat ini, belum ada indikasi bahwa posisi yang telah ada akan tergeser."

Sementara itu, Partai Nasdem, Golkar, dan Gerindra memiliki potensi untuk mengamankan dua kursi. Jika ketiga partai ini berhasil, sejumlah partai lainnya akan menghadapi ancaman serius.

"Jika tiga partai ini meraih dua kursi dan PKS juga memperoleh satu kursi, hal ini akan menjadi ancaman bagi kursi dari PKS, PAN, dan PDI Perjuangan," tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved