Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Universitas Hasanuddin

Departemen Ilmu Kesehatan Anak Unhas Peringati Hari Diabetes Sedunia

Peringatan hari diabetes sedunia ini dikemas dalam berbagai agenda, mulai dari penyuluhan, skrining mata, dan skrining albuminuria.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Abdul Azis Alimuddin
tribun.timur.com/siti aminah
Suasana foto bersama Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Hasanuddin (Unhas) memperingati hari diabetes sedunia, Sabtu (25/11/2023). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Hasanuddin memperingati hari diabetes sedunia.

Peringatan hari diabetes ini menyasar anak-anak yang punya riwayat diabetes melitus (DM) di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar, yang dikhususkan pada anak DM Tipe 1.

'Know Your Risk Know Your Response' tema yang diangkat untuk mengajak para orang tua mengenali bahaya dan cara penanganan DM pada anak.

Peringatan hari diabetes sedunia ini dikemas dalam berbagai agenda, mulai dari penyuluhan, skrining mata, dan skrining albuminuria.

Agenda ini berlangsung di Bagian Anak RSWS Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sabtu (25/11/2023).

Acara dibuka oleh ketua IDAI Sulawesi Selatan dr. Setia Budi Salekede.

Ketua Divisi Endokrinologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNHAS, dr. Ratna Dewi Artati mengatakan, para orangtua harus waspada, anak rentan terkena penyakit diabetes melitus.

Di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo tercatat sebanyak 49 pasien yang mengalami diabetes melitus.

Dari jumlah itu, 43 diantaranya pasien DM tipe 1 (DMT1), dan 6 DM tipe 2 (DMT2)

Diabetes melitus tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja dengan dengan usia kurang dari 11 tahun atau lebih

Sementara DM tipe 2 kebanyakan terjadi pada usia remaja.

"Pasien di RSWS bukan hanya dari Sulsel, beberapa dari luar seperti Kolaka, Sulteng, mereka melakukan kontrol di Wahidin," ucap dokter Ratna.

Dokter Ratna menjelaskan, diabetes merupakan gangguan metabolisme tubuh karena tingginya kadar gula darah.

Penyebabnya karena adanya gangguan pada hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas.

Jika produksi insulin berkurang, maka akan menyebabkan tingginya kadar gula darah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved