Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UNICEF

UNICEF Roadshow ke Makassar, Tingkatkan Kesadaran Wasting Pada Balita

UNICEF mendukung Kementerian Kesehatan untuk mempercepat mencapai target nasional dan global terkait wasting pada Balita.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
RUDI SALAM/TRIBUN TIMUR
Roadshow UNICEF dengan tema ‘Ayo, Cegah & Obati Wasting Biar Ga Stunting!’ tsrsebut berlangsung di Aula Tudan Sipulung Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Senin (6/11/2023). Kegiatan ini sebagai kampanye kesadaran wasting 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - UNICEF mendukung Kementerian Kesehatan untuk mempercepat mencapai target nasional dan global terkait wasting (terlalu kurus dibandingkan tinggi badannya) pada anak balita

Sebagai bagian dari kampanye kesadaran wasting, UNICEF menggelar roadshow ke beberapa kota, termasuk Kota Makassar.

Roadshow dengan tema ‘Ayo, Cegah & Obati Wasting Biar Ga Stunting!’ tsrsebut berlangsung di Aula Tudan Sipulung Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Senin (6/11/2023).

Acara ini merupakan bagian integral dari strategi kampanye nasional yang lebih luas yang diintegrasikan dengan peringatan hari Kesehatan Nasional 2023.

Khusus di Kota Makassar, UNICEF menghadirkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan wasting, termasuk upaya pencegahan, deteksi dini dan tata laksana bila pencegahan gagal.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kementerian Kesehatan, Kantor Staff Presiden (KSP), pemangku kepentingan di Sulsel, seperti TP-PKK dan Bunda PAUD, Jenewa Madani, dan ICONS Unhas sebagai Pusat Unggulan Regional Pencegahan, Deteksi Dini dan Tata laksana Wasting di Sulsel.

Roadshow tersebut sebagai momentum penandatanganan komitmen bersama pemangku kepentingan, yakni Pemerintah Sulsel, ICONS-Unhas dan UNICEF untuk mendukung upaya pemerintah menuju Sulsel Bebas Wasting di tahun 2026. 

Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja mengatakan, Sulsel dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena terdapat kantor perwakilan di Sulsel. 

“Jadi program ini telah dilaksanakan UNICEF sejak tahun 2021, awalnya fokus fi stunting dan dikembangkan pada penganangan wasting,” katanya.

Hengky menjelaskan, wasting dan stunting pada anak balita mempunyai faktor risiko yang sama. 

Bila anak mengalami salah satu masalah kekurangan gizi ini, kata dia, maka akan meningkatkan risiko mengalami masalah kekurangan gizi lainnya. 

“Wasting, khususnya gizi buruk memiliki risiko kematian tertinggi diantara berbagai jenis masalah gizi, dan risiko kematian semakin meningkat bila anak mengalami wasting dan stunting bersamaan, yaitu 12 lebih tinggi dibandingkan anak gizi baik,” jelasnya. 

Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi wasting di Indonesia sebesar 7,7 persen, dimana angka ini meningkat dari hasil SSGI 2021 yakni 7,1 persen. 

Selain itu, hasil SSGI 2022 juga menunjukkan adanya perbedaan angka prevalensi wasting yang besar antar provinsi, dengan prevalensi wasting sebesar 11,9 persen di Maluku dan 2,8 persen di Bali.

Sementara prevalensi wasting di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan dari 7,8 persen pada tahun 2021 menjadi 8,3 pada tahun 2022.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved