Mahasiswa PMII Ditangkap
Gegara Demo Tolak Dinasti Politik, Mahasiswa PMII di Makassar Ditangkap Polisi
Selain itu mahasiswa juga menutup separuh badan jalan dengan memalang truk yang dijadikan panggung orasi.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Demo yang dibubarkan polisi di Jl Sultan Alauddin, Makassar, ternyata menyuarakan penolakan terhadap Politik Dinasti.
Hal itu terungkap dari lembaran pernyataan sikap pendemo dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Handayani Cabang Makassar.
Demo yang berlangsung sekitar pukul 14.30 wita itu, diwarnai aksi bakar ban.
Selain itu mahasiswa juga menutup separuh badan jalan dengan memalang truk yang dijadikan panggung orasi.
Mereka pun silih berganti berorasi menyuarakan aspirasinya.
Dalam pernyataan sikapnya, ada tiga poin utaman yang disuarakan.
Yaitu, tolak dinasti politik, turunkan harga BBM dan hentikan perampasan lahan masyarakat Rempang.
Namun, lebih kurang sejam berorasi, aksi mereka dibubarkan paksa polisi karena dianggap memacetkan jalan.
Polisi Ngaku Dikomplain MasyarakatÂ
Meresahkan masyarakat, alasan polisi membubarkan unjuk rasa mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Jl Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (2/11/2023) sore.
Hal itu ditegaskan Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Darminto seusai memimpin pembubaran aksi.
"Setiap sore unjuk rasa seperti ini, kalaupun ada izinnya, pemberitahuan kepada pihak kepolisian tapi dia menutup jalan, seperti ini," kata AKBP Darminto.
Tidak hanya memacetkan jalan, unjuk rasa itu kata Darminto juga menghambat pengiriman barang keluar daerah.
"Ini (masyarakat/truk kontainer) mau ke daerah, mau ke pelabuhan, ini bawa barang kalau busuk siapa yang mau tanggung jawab," ujar Darminto.
"Pegawai negeri, karyawan itu mau pulang ke rumahnya, mereka semua terhambat di sini. Kami (polisi) di komplain selama empat hari," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Aksi unjuk rasa di depan Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, dibubarkan paksa polisi, Kamis (2/11/2023) sore.
Unjuk rasa berlangsung di Jl Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Unjuk rasa yang memacetkan ruas jalan porses Makassar-Gowa itu, dibubarkan paksa pukul 16. 30 Wita.
Personel yang datang membubarkan, dari Tim Jatanras dan Sabhara Polrestabes Makassar.
Pembubaran aksi itu dipimpin Kabag Ops Polrestabes Makassar AKBP Darminto.
Pantauan di lokasi, saat Tim gabungan Polrestabes Makassar tiba, massa aksi langsung kocar-kacir melarikan diri.
Beberapa dari mereka lari masuk ke belakang deretan kios di tepi jalan Sultan Alauddin.
Ada juga tiga mahasiswi yang masuk ke toko penjual helm bersembunyi namun didapat oleh petugas.
Beberapa mahasiswa lainnya juga masuk ke dalam toko penjualan sepatu, namun tetap terciduk.
Total ada 11 mahasiswa dan mahasiswi yang diamankan dalam pembubaran itu.
Adapun massa aksi itu merupakan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Handayani Cabang Makassar.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.