Pasien Meninggal Gegara Telat Dirujuk
Tanggapan Kadis Jeneponto Soal Pasien Meninggal Sebelum Dirujuk di Puskesmas Buludoang: Sesuai SOP!
Seorang pasien lansia korban kecelakaan lalu lintas meninggal dunia di Puskesmas Buludoang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulsel.
Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Sukmawati Ibrahim
JENEPONTO, TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang pasien lansia korban kecelakaan lalu lintas meninggal dunia di Puskesmas Buludoang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (1/11/2023) pagi.
Pasien yang belum diketahui identitasnya diduga meninggal karena lambannya proses rujukan oleh pihak Puskesmas.
Bahkan, momen detik-detik meninggalnya sang pasien terekam kamera warga dan viral.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jeneponto, Syusanty A Mansur menanggapi hal tersebut.
Pihaknya mengaku bahwa penanganan yang dilakukan perawat Puskesmas Buludoang sudah sesuai prosedur.
"Rujukan dilakukan by sistem, namanya sisrute sebelum mendapatkan persetujuan dari Rumah Sakit (RS) yang akan dituju, pasien telah dilakukan penanganan sesuai SOP yang ada," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (1/11/2023) sore.
Ia menyebutkan, sebelum pasien menghembuskan napas terakhirnya, perawat Puskesmas telah melakulan sisrute ke salah satu RS tujuan di Takalar.
Namun, pasien meninggal sebelum sisrute disetujui.
"Tetapi qadarullah pasien meninggal pukul 07.00 Wita sementara persetujuan sisrute RS yang akan menerima keluar by sistem jam 07.25 wita," jelasnya.
"Hasil pemeriksaan pasien tersebut harus dilakukan rujukan ke RS akibat kondisi parah yang diderita," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, beredar di grup WhatsApp sebuah video dengan narasi seorang pasien meninggal di Puskesmas Buludoang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (1/11/2023) pagi.
Keterangan dalam video menyebut, pasien meninggal karena lambat dapat rujukan ke rumah sakit.
Pantauan Tribun-Timur.com, dalam video itu, tampak seorang pasien perempuan lansia terbaring diranjang dan diberi kompresi dada oleh perawat.
Kerabat korban yang berkumpul di dekat pasien histeris sambil memanggil kata 'Amma' (Ibu).
Menurut keterangan pengirim video beredar, pasien mengalami pendarahan pada telinga pasca kecelakaan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.