Opini
Anies dalam Mimpi
Pertemuan level internasional tersebut dihadiri dari perwakilan berbagai negara dari tiga benua, Asia, Eropa, dan Afrika.
Ar-ru'ya as-shadiq adalah mimpi yang benar. Ada pun jenis mimpi bisa bermacam-macam. Setidaknya ada mimpi baik dan mimpi buruk.
Sebagaimana ditegaskan dalam sabda Nabi, "Mimpi [Ar-Ruya] yang benar itu datang dari Allah, sedangkan mimpi buruk [al-Hulm] datang dari setan," (HR. al-Bukhari).
Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa mimpi itu ada tiga macam, mimpi yang baik sebagai berita gembira dari Allah, mimpi seorang muslim yang dialami oleh dirinya sendiri dan mimpi sedih yang berasal dari setan.
Jika salah seorang di antara kalian mengalami mimpi yang tidak disukai, jangan ia menceritakannya kepada orang lain, bangunlah, kemudian shalatlah," (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada pun cara menyikapi mimpi baik, maka Nabi mengajarkan, "Apabila salah seorang dari kalian melihat mimpi yang ia sukai, maka sesungguhnya ia datang dari Allah, maka bertahmid lah [mengucap Alhamdulillah] dan kabarkan mimpi baik tersebut kepada orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah mengirimkan mimpi ke dalam tidur manusia melalui perantara malaikat.
Allah menugaskan malaikat untuk mengurus mimpi manusia. Atas perintah tersebut, kemudian malaikat membuat perumpamaan (tamsil) dari setiap kisah manusia.
Ketika manusia tidur, malaikat membuat permisalan dari kisah hidupnya secara baik. Oleh karenanya mimpi bisa kabar gembira, peringatan ataupun teguran.
Berbeda dengan mimpi buruk. Mimpi buruk bukan dikirimkan oleh malaikat, melainkan oleh setan.
Setan menguasai diri manusia yang kemudian membuat tipu daya dengan tujuan menjerumuskan dalam jurang kesesatan.
Berkata Ibnul Qayyim al-Jauziyah, Mimpi merupakan permisalan yang dibuat malaikat yang ditugaskan Allah untuk mengurusi persoalan mimpi agar orang yang bermimpi dapat mengambil petunjuk dari permisalan yang telah digambarkan baginya dan mengungkap apa yang masih samar baginya.
Begitu pentingnya mengetahui ilmu mimpi sehingga secara khusus terdapat beberapa pembahasan mimpi dalam Al-Qur'an.
Adapun pembahasan tersebut juga berkaitan erat dengan mimpi-mimpi yang dialami oleh nabi-nabi-Nya.
Seperti misalnya surat Al-Fath ayat 27 yang menceritakan mimpi Nabi Muhammad, surat Ash-Shaafaat ayat 102-105 yang menceritakan mimpi Nabi Ibrahim, dan surat Yusuf ayat 4-6 yang menceritakan mimpi Nabi Yusuf.
Jadi mimpi dalam hal ini penjelasan tentang kecintaan Allah kepada para raaul, nabi sekaligus para wali-Nya yaitu dengan selalu memberikan berita gembira (al-busyra al-ilahiyyah) kepada mereka, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ilham-Kadir-KolumnisPenulis-Buku-dan-Peneliti.jpg)