Tak Banyak yang Tahu, Rumah Duka Yayasan Budi Luhur Makassar Juga Terima Masyarakat Umum
Meski selama ini hanya kerap dipakai oleh umat Kristen dan Budha, rupanya Rumah Duka Yayasan Budi Luhur juga menerima masyarakat umum.
Laporan Mahasiswa Magang UIN Alauddin Makassar, Hasrini
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Rumah Duka Yayasan Budi Luhur adalah tempat untuk menyemayamkan Jenazah sebelum dikubur atau dikremasi.
Rumah Duka Yayasan Budi Luhur diketuai oleh Ong Robert Wongsari.
Berdiri sejak 2019 dan diresmikan 12 Agustus 2022 oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto,
Rumah duka ini beralamat di Jl Andi Mappaodang No 80, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Rumah Duka Yayasan Budi Luhur memiliki beberapa kelas ruangan yakni Heaven, Nirwana, dan Gold VIP.
Setiap kelasnya memiliki perbedaan fasilitas dan layanan khusus keluarga untuk kelas VIP.
“Tidak ada yang berbeda, semua sama saja, hanya biasa kalau VIP ada permintaan tersendiri dari keluarga mayat,” ucap Asrul, Karyawan Rumah Duka Yayasan Budi Luhur, Jumat (27/10/2022) siang.
Uniknya, meski selama ini hanya kerap dipakai oleh umat Kristen dan Budha, rupanya Rumah Duka Yayasan Budi Luhur juga menerima masyarakat umum.
Hanya saja menurut Asrul, tak banyak masyarakat tahu.
"Tidak terbatas pada agama dan suku manapun. Tidak ada yang punya, ini milik semua masyarakat Tionghoa. Tapi agama apapun kami terima,” kata Asrul.
Asrul menjelaskan, mayoritas orang menggunakan rumah duka adalah umat Kristen dan Budha.
“Umat Muslim juga bisa disini, kami punya musala, Khonghucu juga ada,” ungkapnya.
Lanjut Asrul, banyak jenazah disemayamkan Rumah Duka Yayasan Budi Luhur.
"Sudah banyak, saya sudah tidak bisa hitung lagi berapa jenazah yang kami urus di sini," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rumah-Duka-Yayasan-Budi-Luhur.jpg)