Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polres Soppeng Rekonstruksi Pembunuhan Petani di Maddenra September Lalu, Ada 14 Adegan

Dimana, tersangka Supa Bin Paddusa (53) melakukan adegan saat membunuh korbannya, Budiman.

Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
Humas Polres Soppeng
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Soppeng menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan petani yang terjadi beberapa bulan lalu. 

TRIBUNSOPPENG.COM, MARIORIWAWO - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Soppeng menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan petani yang terjadi beberapa bulan lalu.

Dimana, tersangka Supa Bin Paddusa (53) melakukan adegan saat membunuh korbannya, Budiman.

Diketahui, kejadian tersebut terjadi di area persawahan Maddenra, Dusun Massumpu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu 24 September 2023 lalu.

Tersangka, Supa terlihat memerankan adegan mengerikan saat membunuh korbannya menggunakan sebilah parang.

Ada empat belas adegan yang dilakukan tersangka.

Mulai dari mengecek air hingga terlibat cekcok dan akhirnya memarangi korban secara berulang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Soppeng, Iptu Ridwan mengatakan rekonstruksi ini sebagai penguatan bukti dari apa yang dilakukan pelaku.

"Tentu untuk meyakinkan pemeriksaan atas kebenaran saksi maupun tersangka sebagai upaya penyidik memperoleh keterangan," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (26/10/23).

Lebih lanjut, kata dia tersangka saat ini dijerat pasal 338 KUHP.

"Kasus ini sudah dalam proses penyidikan setelah dilakukan penyelidikan sebelumnya," lanjut Iptu Ridwan.

Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Watu Toa, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Budiman (55) diparangi rekannya hingga meninggal dunia, Minggu (24/9/23).

Diketahui, pelaku Supa (53) merupakan tetangga sawah dari korban yang juga warga Desa Watu Toa.

Keduanya berprofesi sebagai Petani.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Soppeng, Iptu Ridwan mengatakan kedua belah pihak berselisih paham.

"Iya, betul karena sebelumnya memang sudah tidak baku cocok, dan saat itu kondisinya korban dan pelaku sementara mengisi air ke sawahnya masing-masing," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (25/9/23).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved