Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Oknum TNI Tantang Polisi

Nasib Oknum TNI Tantang Polisi saat Ditegur Tak Pakai Helm, Dandim 1603/Sikka: Sudah Dipanggil

Oknum TNI tersebut dikembalikan ke kesatuan asal di Yonif Para Raider 432 Makassar dan pastinya akan diberikan sanksi dan diproses hukum.

Editor: Hasriyani Latif
Instagram @ayoberani.laporkan
Nasib oknum TNI nyaris baku hantam dengan polisi gegara tak terima ditegur tak pakai helm saat berkendara. 

TRIBUN-TIMUR.COM – Oknum TNI yang nyaris baku hantam dengan polisi gegara tak terima ditegur tak pakai helm saat berkendara harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dandim 1603/Sikka, Letkol Czi Setiawan Nur menuturkan pihaknya sudah komunkasi dengan kapolres Sikka terkait insiden itu.

"Saya sudah dapat videonya dan sudah kita komunikasikan dengan Kapolres Sikka jadi permasalahannya sudah selesai, cuma kesalahpahaman saja," jelasnya saat dikonformasi Pos-Kupang.com, baru-baru ini.

Oknum TNI tersebut dikembalikan ke kesatuan asal di Yonif Para Raider 432 Makassar dan pastinya akan diberikan sanksi dan diproses hukum.

"Tadi saya sudah komunikasi dengan Danyon, langsung dipanggil kesana, langsung diproses. Intinya kurang baik gitu loh, kesanya kurang baik, oknum ini benar anggota Kostrad dari 432 Makassar," ungkapnya.

Ia pun mengimbau kepada semua anggota TNI AD yang lagi cuti baik ke Kabupaten Sikka maupun anggota Kodim 1603 Sikka yang cuti di luar wilayah Kabupaten Sikka, untuk tetap mengikuti aturan di tempat asal atau tempat melaksanakan cuti. 

"Ikuti aturan-aturan yang ada dan bisa menahan diri, tidak usah aneh-aneh, tidak usah emosi. Segala sesuatu kan bisa diselesaikan secara baik dan kekeluargaan dan secara damai," tuturnya.

Senada disampaikan Kapolres Sikka, AKBP Hardi Dinata yang menyebutkan, perseteruan antara anggota Sat Lantas Polres Sikka dan oknum anggota TNI di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan pintu masuk Susteran SSPs sudah diselesaikan secara damai. 

"Semua sudah diselesaikan dengan baik dan sudah diserahkan kepada Kodim," ujarnya.

Iptu Susanto menjelaskan, pria berbaju kaos loreng yang diduga anggota TNI AD tersebut merupakan anggota TNI AD yang bertugas di luar wilayah Kabupaten Sikka.

Peristiwa itu terjadi saat anggota Lantas Polres Sikka yang sedang melaksanakan Gatur di depan pintu masuk susteran SSPs.

Baca juga: Video Detik-detik Oknum TNI Emosi Ditegur Polisi Tak Pakai Helm saat Berkendara

"Saat lewat, pria berbaju kaos loreng yang diduga anggota TNI AD tersebut berboncengan tanpa menggunakan helm, sama anggota Lantas diberhentikan dan di tegur, dia tidak terima dan mengatakan polisi tidak punya hak untuk menahan tentara dan mau mukul anggota Lantas, anggota Lantas tidak meladeni dan akhirnya datanglah anggota Provos Kodim Sikka untuk mengamankan yang bersangkutan," jrlasnya.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya viral di media sosial video oknum TNI emosi tidak terima ditegur oleh polisi karena tidak mengenakan helm saat sedang berkendara.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @ayoberani.laporkan, terlihat seorang pria berambut cepak, mengenakan baju loreng khas TNI, terlihat sangat emosional sambil menunjuk ke arah anggota Polantas dari Polres Sikka yang sedang bertugas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved