Cuaca Ekstrem
8 Kecamatan di Jeneponto Kekeringan dan Krisis Air Bersih, Tarowang Terparah
Kekeringan dan kirisis air bersih tengah melanda wilayah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Sukmawati Ibrahim
JENEPONTO, TRIBUN-TIMUR.COM - Kekeringan dan kirisis air bersih tengah melanda wilayah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kindisi itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto bergerak cepat untuk menyalurkan air bersih.
Tercatat, sebanyak 8 kecamatan terdampak kekeringan dari total 11 kecamatan di Bumi Turatea.
"Sudah 8 kecamatan yang sudah kami salurkan air bersih, yang belum tersentuh Arungkeke, Turatea dengan Rumbia," ucap Analisis Kebencanaan BPBD Jeneponto, Irdin Yusuf, di Kantornya, Jl Bapertarum, Kecamatan Binamu, Selasa (10/10/2023).
Ia mengungkapkan, sepanjang 22 hari terakhir, pihaknya telah 44 kali menyalurkan air bersih kepada warga.
Jika diuraikan, total air bersih telah disalurkan BPBD Jeneponto sebanyak 240 ribu liter.
"Sudah 22 hari kami menyalurkan air bersih, 44 kali keluar meyalurkan air pakai mobil tangki, kalau ditotal sudah 240 ribu liter yang kita salurkan," jelasnya.
Salah satu wilayah paling terdampak lanjut Irdin ialah Kecamatan Tarowang.
Di sana, BPBD Jeneponto sempat menyalurkan air bersih hingga dua hari berturut-turut.
"Kalau yang terparah itu di Tarowang, bahkan sampai tiga kali dibawakan air bersih, dalam sehari dua tangki, besoknya lagi satu tangki," tambahnya.
Kendati demikian, pihaknya akan terus bergerak jika menerima laporan warga yang membutuhkan air.
Namun hal tersebut harus melalui surat dari pemerintah setempat.
"Tergantung surat (permintaan) yang masuk dari pemerintah setempat," tandasnya.
Perlu diketahui, penyebab kekeringan tersebut adalah dampak dari fenomena El Nino.
El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, puncak fenomena El Nino akan terjadi pada Agustus 2023-Oktober 2023, bahkan awal tahun 2024. (*)
Laporan Kontributor Tribun-Timur.com, Muh Agung Putra Pratama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mobil-tangki-BPBD-Jeneponto-menyalurkan-air-bersih-kepada-warga111.jpg)