Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hamas Serang Israel

Hamas Serang Israel Dibalas Serangan Bertubi-tubi, Gaza Mencekam Setelah Perdana Menteri Berjanji

Militer Israel membalas dengan serangan balasan yang menghancurkan di Gaza, menewaskan lebih dari 230 warga Palestina di jalur yang diblokade.

Editor: Ansar
Al Jazeera
Dilaporkan Al Jazeera Suasana mencekam terjadi di daerah Gaza Palestina, sejak Sabtu (7/10/2023) malam hingga Minggu hari ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kelompok Hamas dan Israel ini sedang berperang.

Perang dimulai lagi setelah kelompok Hamas melakukan serangan mendadak ke Israel.

Israel semakin menghalalkan cara untuk menguasai Gaza.

Serangan bertubi-tubi dilakukan Israel ke jalur Gaza.

Daerah kantong Palestina sudah semakin terkepung dalam wilayah kecil.

Dilaporkan Al Jazeera Suasana mencekam terjadi di daerah itu, sejak Sabtu (7/10/2023) malam hingga Minggu hari ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji akan membuat lokasi persembunyian Hamas menjadi puing-puing.

Janji tersebut muncul setelah orang-orang bersenjata dari Hamas, yang menguasai Gaza, mengamuk di kota-kota Israel.

Hamas dituduh membunuh sedikitnya 250 orang pada hari Sabtu, ketika mereka mundur dengan sandera tentara dan warga sipil pada hari kekerasan paling mematikan bagi Israel sejak Perang Yom Kippur 50 tahun lalu.

Militer Israel membalas dengan serangan balasan yang menghancurkan di Gaza, menewaskan lebih dari 230 warga Palestina di jalur yang diblokade.

Pasukan Israel masih membombardir Gaza dan bertempur dengan kelompok bersenjata Hamas di beberapa bagian Israel selatan pada Minggu dini hari dan juru bicara militer mengatakan situasi di negara itu belum sepenuhnya terkendali.

Hamas mengatakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui darat, udara, dan laut merupakan respons terhadap penodaan Masjid Al Aqsa serta kekejaman Israel terhadap warga Palestina selama beberapa dekade.

Hal ini termasuk blokade Gaza selama 16 tahun, serangan Israel di kota-kota Tepi Barat selama setahun terakhir, peningkatan serangan pemukim terhadap warga Palestina serta pertumbuhan pemukiman ilegal.

Mohammed Deif, seorang komandan militer Hamas, mengatakan waktunya telah tiba “bagi musuh untuk memahami mereka tidak dapat terus berjalan tanpa konsekuensi”.

Para pemimpin Hamas mengatakan serangan yang dimulai di Gaza akan menyebar ke Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved