Pelaku Bullying SMPN 2 Cimanggu
VIDEO : Pernyataan Kepsek SMPN 2 Cimanggu 'Normalisasi' Tindakan Perundungan Bikin Netizen Geram
Setelah ditetapkannya 2 siswa SMPN 2 Cimanggu sebagai tersangka yakni, kini beredar video viral Kepala SMAN 2 Cimanggu mengungkap prestasi pelaku.
TRIBUN-TIMUR.COM - Wawancara Kompas Tv bersama Kepsek SMPN 2 Cimanggu terkait adanya kasus perundungan atau bullying menuai reaksi dari warganet.
Pasalnya Kepsek SMPN 2 Cimanggu Wuri Handayani dianggap menormalisasi tindakan pelaku perundungan.
Sebab Wuri Handayani melontarkan pernyataan terkait prestasi salah satu siswa SMPN 2 Cimanggu yang berstatus pelaku perundungan.
Netizen pun geram atas pernyataan Wuri Handayani.
Baca juga: Profil Kepsek SMPN 2 Cimanggu Wuri Handayani: Sebut Pelaku Bully Berprestasi, Lalu Diserang Netizen
Baca juga: Dirujak Netizen! Inilah Pernyataan Lengkap Kepsek SMPN 2 Cimanggu Sebut Pelaku Bullying Berpestasi
Lantas bagaiman pernyataan lengkapnya? simak videonya :
Netizen Geram
Kasus bullying atau perundungan di SMPN 2 Cimanggu menemui babak baru.
Setelah ditetapkannya 2 siswa SMPN 2 Cimanggu sebagai tersangka yakni WS (14) dan MK (15), kini beredar video viral Kepala SMAN 2 Cimanggu mengungkap prestasi pelaku.
Video viral Kepsek SMPN 2 Cimanggu sebut siswa pelaku bullying berpestasi pun membuat geram netizen.
Pada unggahan akun instagram @memomedsos, Senin (2/10/2023), memperlihatkan potongan wawancara Kepsek SMAN 2 Cimanggu, Wuri Handayani berdurasi sekitar 30 detik.
Pada rekaman video tersebut, Wuri Handayani menyebut salah satu pelaku perundungan kepada korban yang juga siswa SMAN 2 Cimanggu, FF (14) memiliki sejumlah prestasi.
Mulai dari juara Pencat Silat, juara tilawah dan sebagainya.
Unggahan @memomedsos juga disertai caption,
"Kepsek SMPN 2 Cimanggu Sebut Pelaku Perundungan Merupakan Siswa Berprestasi,"
"Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Cimanggu, Cilacap, angkat bicara soal kasus perundungan melibatkan siswanya yang viral di sosial media."
"Dalam kesempatannya menanggapi aksi perundungan siswanya yang viral di sosial media, Wuri Handayani selaku Kepsek SMPN 2 Cimanggu, menilai pelaku merupakan anak berprestasi."
Netizen pun ramai-ramai memberikan komentar pedas di kolom komentar unggahan @memomedsos tersebut.
"Sambo aja berprestasi, tapi bunuh orang," tulis akun @fidzall.
"Si ibu kepsek pengen anknya di bully habis2 sm si siswa berprestasi," tulis akun @nor_heny.
"Berprestasi jika sdh menyakiti anak org dgn kekerasan beda crita ibuuuuuuuuuuuuu yatuhannnnnnnn," tulis akun @thiaagustyaaaa.
Profil Kepsek SMPN 2 Cimanggu
Berikut profil Kepsek SMPN 2 Cimanggu Wuri Handayani yang menuai sorotan lantaran membeberkan prestasi siswa pelaku bullying atau perundungan, bukannya menyalahkan.
Setelah terungkapnya identitas dua siswa SMPN 2 Cimanggu, WS (14) dan MK (15), sebagai tersangka dalam kasus perundungan, sekarang beredar video viral Kepala SMPN 2 Cimanggu yang memberikan penekanan pada prestasi pelaku.
Video tersebut menampilkan Kepala SMAN 2 Cimanggu, Wuri Handayani, yang memberikan wawancara tentang siswa-siswa yang terlibat dalam kasus perundungan.
Video tersebut diposting di akun Instagram @memomedsos pada Senin (2/10/2023) dan berdurasi sekitar 30 detik. Video ini menciptakan kegemparan di kalangan netizen.
Kepsek 2 Cimanggu memiliki nama lengkap Wuri Handayani Sugiartoto.
Berdasarkan informasi dari akun Facebook miliknya, saat ini Wuri Handayani masih menjabat sebagai Kepala SMP 2 Cimanggu, Cilacap. Dia lahir pada tanggal 8 Agustus 1970.
Di media sosial pribadinya, Wuri sering membagikan kegiatan sekolah SMP 2 Cimanggu dan aktivitas ekstrakurikuler pramuka yang diikuti oleh siswa-siswi di sekolah tersebut.
Selain menjadi kepala sekolah, Wuri juga mengajar mata pelajaran IPA di SMP 2 Cimanggu.
Wuri terlibat dalam memberikan pelatihan dan pidato kepada anggota pramuka SMP 2 Cimanggu.
Dia juga secara aktif mendukung prestasi siswa, termasuk pelaku MK, yang meraih juara 2 dalam ajang pencak silat di Kabupaten Cilacap.
Di akun media sosialnya, Wuri sering mengunggah momen kebersamaannya dengan guru, siswa, dan staf SMP 2 Cimanggu, serta foto-foto bersama keluarganya.
Meskipun belum genap satu tahun menjabat sebagai kepala sekolah di SMP N 2 Cimanggu, Wuri terlihat telah membangun hubungan yang akrab dengan siswa, guru, dan staf SMP 2 Cimanggu.
Pernyataan Lengkap Kepsek SMPN 2 Cimanggu
Bukannya mengutuk kasus perundungan yang terjadi, Kepsek SMPN 2 Cimanggu Cilacap, justru memuji pelaku.
Seakan-akan kepala sekolah berusaha menutupi perilaku perundungan dengan daftar prestasi pelaku di bidang olahraga, terutama pencak silat.
Kabar ini muncul ketika diketahui bahwa pelaku adalah seorang siswa yang berprestasi dalam olahraga pencak silat di sekolah tersebut.
Wuri Handayani, kepala sekolah SMP Cimanggu, mengakui bahwa dia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa pelaku adalah orang yang melakukan perundungan terhadap adik kelasnya di Cilacap.
Wuri Handayani bahkan memuji pelaku karena prestasinya di berbagai kegiatan sekolah, termasuk pramuka, olahraga, pencak silat, dan tilawah.
Menurutnya, pelaku memiliki sejumlah prestasi, termasuk meraih juara 2 dalam kompetisi pencak silat tingkat Kabupaten.
"Dia anak yang punya bakat, artinya dia itu di Pramuka ya oke, terus dia juga ikut ekstra di sekolah. Kebetulan dia itu latar belakang dari kecil maka nya di SMPN di Cimanggu pun pelaku tersebut mengikuti ekstra pencak silat dan pelaku pernah mengikuti lomba pencak silat tingkat kabupaten dan meraih juara 2, jadi prestasi ada," ujar Wuri seperti dilansir KompasTV pada Kamis (28/9/2023).
"Di awal tahun ajaran dia juga mengikuti lomba tilawah, itu juga di tingkat kecamatan, dia bisa mendapatkan juara, prestasi," lanjutnya.
Wuri mengungkapkan bahwa dia sangat terkejut mengetahui tindakan perundungan yang terjadi di sekolahnya.
Meskipun begitu, pihak sekolah tetap mendukung dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan terhadap para siswanya.
"Luar biasa sangat kaget, sangat-sangat miris, terhenyak dalam jangka waktu yang tadi disampaikan bapak Kapolres, " tuturnya.
Sementara itu, lima siswa SMP negeri di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, telah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian dari Polresta Cilacap.
Dua siswa di antaranya diperiksa sebagai terduga pelaku perundungan, sementara tiga siswa lainnya dianggap sebagai saksi dalam kasus ini.
Dalam menghadapi proses hukum, polisi mempertimbangkan sistem peradilan pidana anak karena para terduga pelaku dan saksi masih di bawah umur, mengingat mereka adalah siswa SMP.
Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, aksi perundungan ini menjadi viral di media sosial, di mana siswa-siswa tersebut diduga melakukan perundungan terhadap sesama siswa di SMP Negeri Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Menurut penyelidikan polisi, perundungan ini terjadi karena korban mengakui dirinya sebagai anggota kelompok pelaku dari sekolah lain.
Merasa tidak terima, pelaku-pelaku ini kemudian menghajar korban hingga ia tak berdaya, dan peristiwa ini terjadi di depan anggota kelompok pelaku tersebut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepsek-SMPN-2-Cimanggu-Cilacap-Wuri-Handayani-dan-siswa-pelaku-bullying.jpg)