450 Hektar Lahan Warga Siap Tanam Pisang, Pemprov Sulsel Sediakan 200 Hektar
Imran Jauzi gerak cepat menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Gemar Menanam Pisang
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel, Imran Jauzi gerak cepat menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Gemar Menanam Pisang, yang di Toraja Room Kantor Gubernur Sulsel, Makassar Jumat, (22/9/2023) lalu.
Imran Jauzi mulai menyusun strategi pembagian bibit.
Menurutnya, bibit pisang harus disediakan sampai jutaan jika ingin menanam 100 ribu hektar.
"Jadi, jika kita mendapatkan 100 ribu hektare dikali seribu berarti kita membutuhkan 100 juta bibit pisang," jelas Imran Jauzi dalam keterangannya, Sabtu(23/9/2023).
Ia menjelaskan, ada dua opsi dalam pengadaan bibit pisang ini.
Pertama, sumber bibit dibeli dari Bogor, Lampung, atau di Medan.
Kedua, bibit ini bisa diproduksi melalui kultur jaringan.
Metode ini yang akan memproduksi massal, bahkan sampai jutaan
"Tetapi, kultur jaringan ini membutuhkan juga waktu yang lama dan harus membangun laboratoriumnya terlebih dahulu," lanjutnya.
Untuk itu, Pemprov Sulsel sudah mempersiapkan sistem kultur jaringan ini,
Rencananya, Pemprov Sulsel akan bekerjasama dengan perguruan tinggi.
"Kita akan membantu laboratorium kultur jaringan. Kita sebenarnya memiliki laboratorium ini, hanya kapasitasnya kecil. Hanya bisa sepuluh ribu atau dua puluh ribu bibit dalam setahun," kata Imran Jauzi.
Lebih lanjut ia mengatakan, lahan yang telah diidentifikasi adalah lahan yang selama ini tidak terpakai dan dimiliki aset Pemprov Sulsel.
Sekitar 150 sampai 200 hektare yang sudah bisa dimaksimalkan.
Sebaran lahan ini mulai dari Soppeng, Bulukumba, Maros, dan Bone.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Tanaman-Pangan-Hortikultura-dan-Perkebunan-Imran-Jauzi-2311.jpg)