Musim Kemarau, 54 Kasus Kebakaran Terjadi di Maros Selama 15 Hari
Tingginya angka kebakaran ini sempat membawa Kabupaten Maros masuk dalam rangking 10 kota paling berpolusi di Indonesia menurut situs IQAir.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Sebanyak 138 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, hingga pertengahan September 2023.
Kasus ini meningkat drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2022, hanya 52 kasus yang terjadi sepanjang tahun.
Tingginya angka kebakaran ini sempat membawa Kabupaten Maros masuk dalam rangking 10 kota paling berpolusi di Indonesia menurut situs IQAir.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Maros sudah tersingkir dari posisi rangking 10.
Kepala Satpol PP, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Jufri, mengakui jika angka kebakaran memang sangat meningkat pesat.
Bahkan, memasuki bulan September 2023, jumlah kasus kebakaran mencapai 54 kasus.
Ia menyebutkan meningkatnya kasus kebakaran sudah terjadi sejak Juli 2023 lalu.
"Pada bulan Juli 2023 ada 10 kasus, lalu Agustus 43 kasus dan hingga pertengahan September 54 kasus," ujarnya, Jumat (15/9/2023).
Ia menyebutkan kasus kebakaran paling banyak terjadinya di Kecamatan Mandai, Marusu dan Tanralili.
"Mandai sebanyak 23 kasus, marusu 18 kasus dan Tanralili 16 kasus, sisanya tersebar di 11 kecamatan lainnya," ujarnya.
Dari 138 kasus yang terjadi, hampir sebagian objek yang terbakar sebagian besar adalah lahan warga.
Panasnya terik matahari membuat tumbuhan keringan dan membuatnya mudah terbakar.
"Objek yang terbakar sebagian besar adalah lahan warga sebanyak 64 kasus, namun untuk total luas lahannya masih kita lakukan pendataan," ujarnya.
Sementara 30 kasus lainnya objeknya pemukiman warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kebakaran-lahan-yang-terjadi-di-Kabupaten-Maros.jpg)