Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Lemo-lemo 'Ngadu' ke DPRD Maros, Tuding Ketua RW 3 Rangkap Jabatan, Arif Membantah

Warga Lemo-lemo, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros Selasa (5/9/2023).

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
NURUL HIDAYAH/TRIBUN TIMUR
Warga lingkungan Lemo-lemo, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros Selasa (5/9/2023).   

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Sejumlah warga lingkungan Lemo-lemo, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros Selasa (5/9/2023).

Kedatangan warga ini untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) untuk mempertanyakan domisili ketua RW 3.

Perwakilan masyarakat Lemo-lemo, Abdul Hamid mengatakan Ketua RW 3 tersebut sudah pindah tempat tinggal.

Akibatnya, kata dia saat ini pelayanan di lingkungan Lemo-lemo sudah tidak maksimal.

“Itu sudah tidak sesuai fungsi dan tanggung jawabnya sebagai ketua RW,” imbuhnya.

Bahkan kata dia yang bersangkutan juga merangkap jabatan sebagai pengurus masjid.

“Kemudian juga mencampuri penggunaan dana masjid, dan tidak transparansi, tidak ada laporan pertanggungjawaban,” katanya. 

Dituding warganya, Ketua RW 3, Muhammad Arif mengatakan dirinya masih menetap di Lemo-lemo.

“Tempat tinggal saya masih tetap di RW Lemo-lemo. Dibuktikan dengan KTP dan KK saya, sejak lahir saya tidak pernah pindah. Saya hanya tinggal di rumah mertua saya tidak menetap di sana,” jelasnya.

Kemudian terkait keuangan masjid ia mengaku sangat transparan.

“Kalau saya dikatakan tidak pernah mengumumankan dana masjid itu sangat keliru, berarti tidak pernah mengikuti ketika saya mengumumakan dana masjid. Bahkan setiap bulan ramadhan setiap malam saya selalu umumkan keuangan masjid,” tutupnya.

Camat Lau, Kamaluddin Syam menyarankan agar yang bersangkutan melepaskan salah satu tanggung jawabnya. Yakni ketua RW atau pengurus masjid.

“Lepaskan salah satu tanggung jawabnya. Agar bisa mengontrol yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut, di lingkungan Lemo-lemo terdapat 120 KK.

“Jadi pengurus masjid itu pahalanya juga besar. Di lingkungan Lemo-lemo itu ada 120 KK sementara yang mengusulkan untuk pergantian ketua RW itu ada 53, jadi cukup banyak,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved