Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Amin Syam Meninggal

Mengenang Amin Syam:  Senyum Aroma Keramahan Pak Amin

Dari muktamar ummat Islam itu, rombongan berduyun-duyun ke gedung DPRD Sulsel. Rombongan itu mirip demo, meminta Pak Amin wajib menerima aspirasi mere

Editor: Saldy Irawan
DOK TRIBUN TIMUR
Prof M Qasim Mathar 

Oleh: M Qasim Mathar
Pendiri Pesantren Matahari di Mangempang Maros 


TRIBUN-TIMUR. COM - HM Amin Syam, disapa juga Pak Amin. 
Di kemeriahan awal reformasi, meneleponku... berbicara tentang sesuatu, yang sangat penting... Pak Amin berbicara lembut sekali. Ada tawa kecil yang menyelingi... Di ujung sana telepon, senyum Pak Amin tersungging.......!

Dari muktamar ummat Islam itu, rombongan berduyun-duyun ke gedung DPRD Sulsel. Rombongan itu mirip demo, meminta Pak Amin wajib menerima aspirasi mereka.

Saya tidak suka orang-orang memaksakan pemimpin meneken setuju aspirasi mereka, yang setahu saya bukan hasil pleno muktamar... Pemimpin dewan itu, Pak Amin, muncul di hadapan pendemo...

Pak Amin membawa senjata... senyum dan keramahannya ketika bertutur... "Semua ada prosedurnya... bahkan sampai ke pusat... aspirasi itu oke, saya akan meneruskannya ke pusat...," Pak Amin tersenyum... selesailah urusan pembawa aspirasi ummat itu.

Beberapa kali saya bertemu Pak Amin di beberapa kesempatan. 

Di pesta perkawinan, di bandara,... dan selain itu. 

Senyum Pak Amin dan aroma keramahannya sudah lebih dulu memeluki sekujur diriku sebelum tangannya menyambut tanganku untuk berjabatan...

Pak Amin pensiun dari banyak posisi yang diamanahkan kepadanya. Tapi beliau tidak pernah benar-benar pensiun. Pak Amin mengurus mesjid-mesjid sebagai ketua Dewan

Mesjid Indonesia Sulsel. Tampaknya ada kenikmatan berbeda yang beliau rasakan dengan kenikmatan sebagai ketua partai, ketua dewan perwakilan, gubernur provinsi,... dan banyak lainnya sebagai "bos" atau "komandan"...

Pasti Pak Amin menikmati hidup yang sudah diselesaikannya, kemarin, ... ketika tersiar kabar... "Pak Amin wafat!" Pak Amin berangkat menghadap Allah... dengan senyum dan keramahannya, bermigrasi ke dimensi kehidupan yang baru yang berkelanjutan... yang "sama" riilnya dengan dimensi kehidupan sekarang...! Sebab, pastilah, kita akan bertemu Pak Amin di "sana" yang dekat, yang hanya berjarak selembar "barzakh", dinding atau tirai yang tersembunyi...

Dengan senyum dan keramahan Pak Amin, kita pasti berkumpul di dimensi sana, Akhirat!

Selamat dan "Allahu yaghfir lakum wa yarhamkum!"(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved