Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Emak Emak Serobot Antrean SPBU

Terungkap Lokasi Emak-emak Serobot Antrean saat Isi BBM di SPBU, Bikin Pemotor Geram: Pepet Terus!

Dalam rekaman, terlihat suasana antrean di SPBU di mana seorang emak-emak berbaju pink, memakai jilbab hitam, dan masker berada di luar antrean.

Editor: Hasriyani Latif
Tangkap Layar Video
Emak-emak berbaju pink serobot antrean saat isi BBM di SPBU bikin pemotor geram. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Terungkap lokasi kejadian emak-emak yang serobot antrean saat isi BBM di SPBU.

Sebelumnya beredar video yang menunjukkan aksi emak-emak yang nekat menerobos antrean saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Video yang viral di media sosial itu mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat.

Peristiwa kontroversial ini terjadi di SPBU Dieng, tepatnya di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Dalam rekaman tersebut, terlihat suasana antrean di SPBU di mana seorang emak-emak berbaju pink, memakai jilbab hitam, dan masker tampak berada di luar antrean.

Emak-emak tersebut nekat memotong antrean dan langsung berada di belakang motor yang baru saja mengisi bensin.

Aksi ini tidak luput dari perhatian pemotor lain yang sudah antre, yang merasa geram atas perilaku wanita tersebut.

Video menunjukkan pemotor tersebut menggerutu dan bahkan menegur wanita tersebut.

"Pepet terus, jangan kasih kendor. Gimana ngantre itu ya antre, gak boleh nyelonong. Yang belakang itu nungguin," ujar pemotor tersebut dengan nada kesal.

Pemotor yang menegur wanita tersebut juga mencoba memberikan pengertian dan meminta si emak-emak untuk antre.

Baca juga: Kejadian Heboh di SPBU, Viral Emak-emak Serobot Antrean, Petugas Tegar Layani

Baca juga: BREAKING NEWS: Mobil Bertangki Modifikasi Terbakar di SPBU Tomoni, Dipicu Ponsel Berdering

Warganet berpendapat bervariasi mengenai kejadian ini.

Ada yang mengecam perilaku wanita tersebut karena dianggap tidak menghormati antrean dan merugikan orang lain.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa mungkin ada alasan tertentu di balik tindakan tersebut, meskipun respons awalnya tidak dianggap baik.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved