Teroris Bekasi
Sosok Dananjaya Erbening Terduga Teroris di Bekasi Ditangkap Densus 88, Ternyata Karyawan BUMN
Polisi dari Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap seorang terduga teroris, oknum karyawan BUMN PT KAI Dananjaya Erbening
TRIBUN-TIMUR.COM - Polisi dari Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap seorang terduga teroris, oknum karyawan BUMN PT KAI bernama Dananjaya Erbening karena kepemilikan senjata api.
Penangkapan Dananjaya Erbening berlangsung di rumahnya, di Harapan Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Setelah dilakukan penggeledahan, anggota dari Densus 88 Antiteror Polri menemukan sejumlah senjata api pabrikan dan amunisi.
Juru bicara Densus 88, Kombespol. Aswin Siregar, mengungkapkan bahwa yang bersangkutan diduga memiliki kaitan dengan kelompok ISIS.
Sumber informasi menyebutkan bahwa individu yang ditangkap adalah seorang karyawan di PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Namun, Tribun Network masih dalam upaya mengkonfirmasi informasi ini ke pihak terkait.
Dari informasi yang diperoleh, individu yang ditangkap adalah Dananjaya Erbening, lahir di Purbalingga pada tanggal 21 Januari 1995.
Baca juga: Densus 88 Tangkap TN Terduga Teroris di Grogol Jawa Tengah, Rumah Pelaku Digeledah
Penangkapan Dananjaya dilakukan oleh Densus 88 Antiteror sekitar pukul 13.17 WIB di Jalan Raya Bulak Sentul, RT. 07/ RW. 027, Harapan Jaya, Bekasi Utara.
Dugaan keterlibatan Dananjaya dalam mendukung ISIS dan menyebarkan propaganda jihad melalui media sosial terbukti dari konten-konten yang ia bagikan di Facebook. Ia juga mendorong agar orang bersatu dalam tujuan berjihad melalui media sosial tersebut.
Dalam investigasi lebih lanjut, diketahui bahwa Dananjaya juga memposting senjata api rakitan di akun Facebook-nya, termasuk video uji coba senjata rakitan.
Baca juga: Dihadapan Sipir Lapas, 3 Napi Teroris di Makassar Cium Bendera Merah Putih dan Janji Setia ke NKRI
Ia juga terlibat dalam sebuah grup Telegram dengan nama BEL4J4R PEDUL1 MUH4J1R yang menggalang dana atas nama APM oleh YUSHA. Dananjaya berperan sebagai admin dan pembuat beberapa channel Telegram yang memuat arsip film dokumenter dan berita teror global yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Dalam penggeledahan, Densus 88 Antiteror berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari Dananjaya, termasuk dokumen identitas, kartu ATM, SIM, dan barang-barang pribadi lainnya.
Berikut daftarnya:
1. 1 buah dompet berwarna biru dongker
2. 1 buah KTP An. DANANJAYA ERBENING
3. 1 buah kartu ATM BRI
4. 1 buah kartu ATM BNI
Baca juga: Nasib Umar Patek Teroris Bom Bali I Setelah Bebas Penjara, Dulu Kepalanya Dihargai 1 Juta Dollar
5. 1 buah kartu paspor ATM BCA
6. 1 buah STNK Sepeda motor dengan NOPOL D-4674-ZCU An. YANTI SUGIANTI
7. 2 buah SIM C An. DANANJAYA ERBENING
8. 1 buah SIM A An. DANANJAYA ERBENING
9. 1 buah BPJS An. DANANJAYA ERBENING
10. 1 buah NPWP An. DANANJAYA ERBENING
11. 1 buah kartu kereta berwarna hitam
12. 3 buah kartu Tanda Kecakapan Petugas Langsir An. DANANJAYA ERBENING
13. 2 buah FC KTP An. DANANJAYA ERBENING
14. 1 buah kertas bukti transaksi ATM BRI
15. 1 buah kertas bukti transaksi ATM BNI
16. 1 buah bukti struk belanja Alfamart Uang kertas Rp. 308.000,00
Pengakuan ketua RT
Ketua RT 07 Ichwanul Muslimin angkat bicara soal sosok Dananjaya Erbening.
Kata chwanul Muslimin, Dananjaya Erbening disebutkan berperilaku tertutup dan jarang bersosialisasi di lingkungan rumahnya, Perumahan Persona Anggrek Harapan.
Dananjaya Erbening dikenal bekerja di BUMN PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Sehari-sehari yang saya tahu dia bekerja sebagai pegawai BUMN, di KAI," kata Ichwanul.
Dia menjelaskan, proses penggeledahan rumah terduga teroris dilakukan Densus 88 siang tadi sekira pukul 14.17 WIB.
Di dalam rumah ditemukan berbagai jenis senjata api lengkap dengan amunisi, polisi hingga kini masih melakukan penjagaan dan penggeledahan.
Senjata api yang ditemukan di dalam rumah Dananjaya Erbening masih dijajar di teras rumah, personel bersenjata lengkap menjaga dan mengawal jalannya proses penggeledahan.
Ichwanul menambahkan, Dananjaya Erbening tinggal di rumah tersebut bersama satu orang anak dan istrinya yang sedang hamil.
Dia mengontrak rumah tersebut sejak enam bulan lalu, sehar-hari aktivitasnya tidak terlalu sering berinteraksi dengan warga setempat.
"Jarang, jarang ngobrol hanya paling menyapa aja kalau pas ketemu mau berangkat kerja, kalau sampai ngobrol enggak pernah," terang Ichwanul.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/senjata-Dananjaya-Erbening.jpg)