Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rekam Jejak Erwin Aksa, Pengusaha Nasional yang Lahir dan Dibesarkan di Keluarga NU

Pengusaha nasional Erwin Aksa lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga Nahdlatul Ulama, pernah menjabat

Editor: Ari Maryadi
Tribun Timur
Pengusaha nasional Erwin Aksa. 

Dekat dan hanya sekitar 1 km dari kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Tamalanrea.

Kiprah dan peran ke-NU-an keluarga Erwin diungkapkan pula oleh Prof.Dr. K.H. Hasyim Aidid. Terutama saat perjuangan meghadapi PKI di wilayah Sulsel.

Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (dulu bernama IAIN Alauddin) Prof Aidid menceritakan, perlawanan terhadap PKI dan komunis sudah gencar di Makassar.

Ketika itu, awal April 1965, PWNU Sulsel mengadakan pengkaderan (Training Center) seluruh jajaran NU yang diikuti kaum bapak, ibu dan pemuda NU Sulsel.

Pengkaderan ini disebut “TC Banting Stir”.

Dilaksanakan selama seminggu di Gedung PHI Jalan Laiya Makassar.

Lokasinya tak jauh dari Pasar Sentral.

“Saya salah satu pesertanya,” kenang Prof.Aidid.

Disebutkan, beberapa tokoh NU Sulsel, yang terlibat aktif dalam pengkaderan tersebut. Sebut saja, Abd Hafid Yusuf, Haji Kalla, Tanitting Syamsuddin, Andi Patiwiri, Abdullah Daud, M. Shaleh Bustami dan istri yang juga Ketua Fatayat NU Sulsel, KH. Ya’la Thahir, KH.Shaleh Thaha, Drs.H. Muhyiddin Zain, Dahlan Saleh SH, Abdurahman Bola Dunia, Abdurahman K, Ibu Datu Pattojo (Ketua Muslimat NU Sulsel), Ibu Aminah Tanitting (pemilik Hotel Amanah Jl.Haji Bau Makassar).

“Pangkaderan NU “TC Banting Stir” ini sangat ramai hingga melecut semangat peserta yang berhasil membuat bangkit kekuatan NU di seluruh pelosok kota Makassar dan menjalar ke seluruh kabupaten di Sulsel, terutama GP Ansor, Muslimat dan Fatayat,” kata Prof Aidid.

Kalau ditingkat pusat perlawanan dipelopori tokoh PBNU, Muh Subhan ZE yang membentuk memimpin “Front Pancasila” untuk menghimpun kekuatan bangsa untuk melawan G30S/PKI.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Prof. Dr. Quraish Shihab, cendekiawan muslim dan mantan Menteri Agama di era Presiden Soeharto.

Ayah Najwa Shihab itu mengenal baik dan mengenang kisah persahabatannya dengan Haji Kalla.

"Saya dan Haji Kalla bersahabat, anak saya dan Jusuf Kalla juga bersahabat, cucu kami juga satu sekolah," ujar Quraish.

Ketua Umum PBNU periode 2010-2021, K.H. Said Aqil Siradj dalam suatu kesempatan, mengaku mengenal almarhum Haji Kalla sebagai tokoh NU di Sulsel yang baik dan sosok sangat sederhana.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved