Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

JK Gertak Anak Pak Harto

Moment Jusuf Kalla Gertak Bambang Trihatmodjo Putra Presiden Soeharto karena Proyek Garbarata

Seperti diketahui, Bukaka Teknik Utama merupakan perusahaan konstruksi dan manufaktur milik grup Kalla.

Editor: Edi Sumardi
DOK TRIBUNNEWS.COM
Mantan Wapres RI sekaligus pemilik grup Kalla, Jusuf Kalla. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Jika Anda sering naik pesawat udara dan menggunakan garbarata (jembatan penghubung pesawat dengan gedung terminal) di dalam negeri, maka Anda akan sering pula menemukan tulisan Bukaka.

Itu berarti garbarata tersebut diproduksi PT Bukaka Teknik Utama Tbk.

Seperti diketahui, Bukaka Teknik Utama merupakan perusahaan konstruksi dan manufaktur milik grup Kalla.

Bukaka menjadi satu-satunya produsen garbarata di Tanah Air, namun produknya diekspor hingga ke Jepang, Thailand, Vietnam, Hong Kong, India, dan negara lainnya.

Ada belasan negara menggunakan garbarata Bukaka.

Di balik kesuksesan Bukaka memroduksi garbarata, ternyata ada cerita menarik yang tersimpan, soal bagaimana merintis perusahaan itu.

Baca juga: Viral JK Gertak Anak Pak Harto: Saya Orang Bugis, Lebih Baik Mati Berdarah Dibanding Mati Kelaparan

Pemilik grup Kalla sekaligus mantan Wapres RI, Jusuf Kalla (JK) menceritakannya pada acara talkshow "Dari Pengusaha ke Pengusaha untuk Masa Depan Indonesia".

Talkshow itu digelar di Wisma Kalla Jalan Dr Ratulangi, Kota Makassar, Sulsel, Senin (30/1/2023).

Kendati setengah tahun berlalu, namun tiba-tiba potongan videonya viral.

Satu hal yang menarik dari cerita tersebut, ternyata Jusuf Kalla pernah menggertak Bambang Trihatmodjo anak mantan Presiden Soeharto kala itu demi bisa mendapatkan proyek garbarata.

Jusuf Kalla awalnya berbicara mengenai pandangan mayoritas orang bahwa sulit mendapatkan pekerjaan tanpa memiliki pengalaman.

Dia menyatakan bahwa pandangan ini adalah keliru.

"Memang tidak mudah memulai usaha, selalu kita merendahkan diri sendiri, ah ndak mungkin, sulit, kita tidak ada pengalaman," ujar Jusuf Kalla dikutip dari sebuah video yang viral di akun TikTok @jejakjk.

"Kalau tidak ada pengalaman, jadi kapan mau dapat pengalaman? Saya kasih contoh. Kalau anda naik pesawat terbang di manapun, di Indonesia ini, juga di Singapura, di Malaysia, di India, sekarang ini di Jepang, sebagian besar anda lewat jembatan Bukaka dulu (Garbarata) baru andai sampai di pesawat," ujarnya.

Dia kemudian menceritakan pengalamannya dalam memperebutkan proyek, di mana dia harus bersaing dengan Bambang Trihatmodjo, anak tokoh dalam pemerintahan Orde Baru.

"Asal mulanya, Ahmad adik saya bikin, ikut tander menang. Tapi jaman itu kan jaman Pak Harto. Ditanya ada pengalaman? tidak ada pengalaman. Bisa bikin? bisa. Nah, beda kan pengalaman dengan bisa. Tapi, saudara tidak ada pengalaman. Ini mau diambil Bambang, Bambang Tri," jelas JK.

Namun, saat itu sang menteri meragukannya lagi, dengan alasan bahwa dia tidak memiliki pengalaman.

"Bicara menteri tidak bisa, Ini cendana sudah putuskan yang ambil Tri. Akhirnya saya cari cara bagaimana ketemu Bambang Tri. Akhirnya dipertemukan saya. Dia bertiga, saya bertiga. Diskusi, pokoknya dia mau ambil. Saudara kan tidak punya pengalaman. Iya, saya bilang sama menterinya, kalau tidak dikasih pengalaman, kapan kita pengalaman. Bisa bikin? Bisa," ujarnya.

Namun, hal ini tetap tidak bisa meyakinkan sang menteri, dan Bambang Tri, anak Soeharto, tetap bersikeras untuk mengambil proyek tersebut.

"Nah timbullah, Bugis saya. Budaya asli muncul. Saya bilang begini 'Mas Bambang terakhir saya ingin katakan, saya ini orang Bugis, orang Bugis itu lebih baik mati berdarah, daripada mati kelaparan'. Dia shock, stafnya langsung berdiri," ujarnya.

 Ia pun mengaku nekat berebut proyek dengan Bambang Tri karena tanggungjawab dengan karyawannya.

"Maksud saudara apa? tidak ada maksud saya, saya cuma bilang saja, termenung itu Bambang Tri. Tiba-tiba dia bilang, Bapak serius? Serius. Karena kalau saya tidak dapat proyek ini, karyawan saya yang seribu itu tidak makan. Jadi saya tanggung jawab, kalau perlu berdarah-darah saya siap untuk menghadapi siapa saja. Langsung dia bilang, ambil saja," ujar suami Mufidah Kalla itu.

Terhadap Bambang Tri, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa proyek tersebut sangat penting untuk kelangsungan perusahaan yang dipegang oleh Bambang Tri.

"Karena jika saya tidak mendapatkan proyek ini, seribu karyawan saya akan kehilangan pekerjaan. Saya merasa bertanggung jawab. Saya bahkan bersedia berdarah-darah demi menghadapi siapa saja. Bambang berkata, ambillah. Lalu saya menjawab, dengan ikhlas ini Mas Bambang, ikhlas. Kami berjabat tangan," ujar Jusuf Kalla.

"Saya memberikan kode kepada adik saya dengan menepuk kakinya, kami pulang. Kemudian, debat berubah lagi," tambahnya sambil tersenyum.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved